Gelombang Protes Menyebar di Suriah Usai Harga BBM Naik hingga 40%

Pemerintah Suriah menaikkan harga bahan bakar, memicu gelombang protes di sejumlah kota.

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 September 2026, 17:30 WIB
Kenaikan harga bahan bakar yang diberlakukan pemerintah Suriah memicu gelombang protes di sejumlah kota. (Foto: AP Photo/Ahmed Albam)

Liputan6.com, Damaskus - Kenaikan harga bahan bakar yang diberlakukan pemerintah Suriah memicu gelombang protes di sejumlah kota. Para demonstran bahkan memblokir sebuah jalan raya utama selama beberapa jam.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (14/9/2025), pemerintah menaikkan harga bahan bakar pada Minggu, dengan harga solar melonjak hingga 40 persen, sementara bensin naik 28 persen. Pemerintah menyatakan kenaikan tersebut bersifat sementara dan disebabkan oleh lonjakan tajam biaya pengadaan bahan bakar di pasar global.

Selain kenaikan biaya global, pemerintah juga menyebut perombakan kilang minyak Baniyas sebagai faktor yang turut memengaruhi harga. Proyek tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas kilang dari 80.000 menjadi 130.000 barel per hari.

Protes dilaporkan terjadi di Hama, Khan Sheikhoun, dan Maarat al-Numan. Rekaman yang dipublikasikan Al Jazeera menunjukkan massa berkumpul di jalan dan membakar ban. Kenaikan harga bahan bakar juga memicu perdebatan sengit di media sosial.

Produksi minyak tak mampu memenuhi kebutuhanMenteri Energi Suriah Mohammed al-Bashir mengatakan pada Sabtu bahwa produksi minyak dalam negeri saat ini mencapai sekitar 102.000 barel per hari.

Jumlah tersebut masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi domestik yang mencapai sekitar 325.000 barel per hari. Suriah pun masih mengandalkan impor untuk memenuhi selisih kebutuhan tersebut.

Kementerian Energi mengatakan akan terus meninjau harga bahan bakar mengikuti perubahan kondisi pasar global. Dalam jangka panjang, pemerintah juga berencana memperluas kapasitas pengolahan dan penyimpanan bahan bakar, menurut kantor berita pemerintah Syrian Arab News Agency (SANA).

Pasokan bahan bakar menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi Suriah. Negara tersebut tengah berusaha membangun kembali perekonomiannya setelah 14 tahun dilanda perang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya