Liputan6.com, Jakarta - Pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026). Hari ini menjadi batas akhir operasi pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Di tengah waktu pencarian yang semakin terbatas, tim SAR gabungan menghadapi kendala berupa kabut tebal. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang hingga sekitar 1–1,5 mil laut, meski gelombang di perairan mulai lebih tenang.
Advertisement
Kondisi itu membuat tim SAR Lampung yang menggunakan KN SAR Basudewa belum dapat melakukan penyisiran secara maksimal di Sektor Z. Area tersebut mencakup perairan Teluk Semangka hingga sekitar Pulau Tabuan.
Nakhoda KN SAR Basudewa Lampung, Capt. M. Fadli, mengatakan kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu kendala utama dalam pencarian delapan orang tersebut.
"Untuk beberapa hari sebelumnya memang kondisi cuaca kurang bersahabat. Kecepatan angin cukup tinggi sehingga menyulitkan tim SAR dalam melaksanakan penyisiran beberapa area," kata Fadli, Senin (14/9/2026).
Gelombang Tenang, Kabut Batasi Jarak Pandang
Fadli mengatakan kondisi perairan pada Senin pagi lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Ketinggian gelombang tercatat sekitar 0,5–0,7 meter.
Namun, kabut yang menyelimuti kawasan perairan membuat jarak pandang tim SAR terbatas.
"Untuk pagi ini, alhamdulillah secara kondisi gelombang cukup tenang. Gelombang ketinggian 0,5 sampai 0,7 meter, artinya masih kondusif," sebutnya.
"Namun demikian, kendalanya saat ini adalah visibilitas yang terbatas. Kemungkinan jarak pandang kurang lebih 1 sampai 1,5 mil," sambungnya.
Keterbatasan jarak pandang menjadi tantangan bagi tim SAR yang mengandalkan pengamatan visual untuk menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih dicari maupun speedboat yang mereka tumpangi.
Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan dengan memaksimalkan berbagai peralatan pendukung, termasuk teropong untuk membantu pengamatan di tengah kondisi berkabut.
"Dengan keterbatasan jarak pandang ini tim SAR memang tidak bisa maksimal. Namun demikian, kita tetap maksimalkan dengan peralatan-peralatan pendukung seperti teropong dan peralatan lainnya," kata Fadli.
KN SAR Basudewa membawa 27 personel gabungan dalam operasi pencarian hari ketujuh. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Pelindo Panjang, Bandar Lampung, sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sektor Z.
Area pencarian yang menjadi tanggung jawab KN SAR Basudewa mencapai sekitar 512 mil laut persegi, meliputi perairan sekitar Pulau Tabuan dan Teluk Semangka.
Menurut Fadli, pembagian sektor tersebut ditentukan berdasarkan hasil pemetaan SAR Map Prediction terhadap kemungkinan pergerakan rombongan dari titik terakhir keberadaan mereka.
"Berdasarkan SAR Map Prediction, arahnya memang mengarah ke wilayah sekitar Teluk Semangka dan beberapa wilayah di Samudra Hindia," ujarnya.
Operasi Bisa Diperpanjang
Memasuki hari ketujuh, pencarian delapan orang tersebut berada pada tahap krusial. Berdasarkan SOP, Senin merupakan batas akhir operasi pencarian.
Namun, operasi masih dapat diperpanjang apabila tim menemukan tanda-tanda atau petunjuk baru mengenai keberadaan mereka.
"Sesuai dengan SOP, hari ini adalah pencarian terakhir. Namun demikian, apabila terdapat tanda-tanda keberadaan korban, masih bisa diperpanjang," ungkap Fadli.
Keputusan mengenai perpanjangan operasi berada pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku Search Mission Coordinator (SMC).
"Kita menunggu update dari SMC dari Banten," ujar Fadli.
Identitas 8 Orang Hilang
Delapan orang yang masih dicari terdiri atas tiga awak speedboat, yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Sementara itu, lima jurnalis yang hilang yakni M. Bagus Khoirunnas (28) dari ANTARA, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), jurnalis lepas.
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Salah satu jurnalis kemudian mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi dengan rombongan tercatat terakhir sekitar pukul 15.04 WIB.
Hingga memasuki hari ketujuh, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat tersebut.