Liputan6.com, Jakarta - Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Arrmanatha Nasir menggantikan Sugiono yang sebelumnya menduduki kursi Menlu.
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan surat keputusan pemberhentian dan pengangkatan pejabat baru.
Advertisement
Prabowo kemudian membimbing Arrmanatha Nasir dan para pejabat lain yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan.
"Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Prabowo, diikuti para pejabat yang dilantik.
Sebelum menjadi Menlu, Tata, panggilan akrabnya, menduduki jabatan sebagai Wamenlu RI bersama dengan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.
Rekam Jejak Arrmanatha Nasir
Dikutip dari Antara, Tata merupakan seorang diplomat dan telah bekerja di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI selama lebih dari 20 tahun.
Tata meraih gelar sarjana (S1) di Universitas Buckingham, Inggris, dalam bidang ekonomi dan melanjutkan magister (S2) di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Kemlu RI, Tata pernah bekerja di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai sekretaris kedua dan negosiator. Kemudian dia menjabat sebagai kepala sub Direktorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan HKI.
Tata bergabung dengan Kemlu RI pada tahun 1997. Selama di Kemlu RI dia pernah menjadi sekretaris kedua di Perutusan Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, bertugas di Direktorat Jenderal Urusan Multilateral Kemlu RI, dan sekretaris pertama di Perutusan Tetap Indonesia untuk PBB di New York yang menangani isu-isu ekonomi dan pembangunan di forum Majelis Umum PBB dan ECOSOC (Dewan ekonomi dan sosial).
Pada tahun 2019, Tata kembali ke Jakarta sebagai kepala Departemen Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kemlu RI. Dia sempat menjadi juru bicara Kemlu RI sebelum kemudian menjadi duta besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako dan UNESCO periode 2019-2021.
Tahun 2021, Tata dianugerahi Legion d’Honneur dari pemerintah Prancis atas kontribusinya terhadap hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di bidang politik, sosial budaya, dan ekonomi.
Selanjutnya, pada 25 Oktober 2021, Tata dilantik menjadi duta besar RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional.