Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 September 2026

Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Senin, (14/9/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 September 2026, 14:45 WIB
Emas batangan terlihat di galeri 24 Pegadaian, Tangerang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian beragam pada perdagangan Senin, (14/9/2026). Namun, di antara tiga produk logam mulia itu, harga emas Antam masih tertinggi mencapai Rp 2,6 juta.

Mengutip laman Pegadaian saat dipantau pukul 14.02 WIB, harga emas Galeri24 ditetapkan Rp 2.553.000 per gram. Lalu harga emas Antam dipatok Rp 2.642.000 per gram. Sedangkan harga emas UBS dibanderol Rp 2.577.000 per gram.

Adapun harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk ukuran emas yang disediakan di Pegadaian, emas di Galeri24 ditawarkan mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Kemudian Antam menawarkan ukuran mulai 0,5 gram-500 gram. UBS menawarkan ukuran mulai 0,5 gram hingga 500 gram.

Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Berikut rincian harga emas Pegadaian berdasarkan masing-masing merek:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.339.000
  • 1 gram: Rp 2.553.000
  • 2 gram: Rp 5.042.000
  • 5 gram: Rp 12.514.000
  • 10 gram: Rp 24.961.000
  • 25 gram: Rp 62.065.000
  • 50 gram: Rp 124.031.000
  • 100 gram: Rp 247.941.000
  • 250 gram: Rp 618.330.000
  • 500 gram: Rp 1.236.658.000
  • 1.000 gram: Rp 2.473.314.000

 

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.372.000
  • 1 gram: Rp 2.642.000
  • 2 gram: Rp 5.222.000
  • 3 gram: Rp 7.807.000
  • 5 gram: Rp 12.977.000
  • 10 gram: Rp 25.898.000
  • 25 gram: Rp 64.617.000
  • 50 gram: Rp 129.154.000
  • 100 gram: Rp 258.229.000
  •  

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.392.000
  • 1 gram: Rp 2.577.000
  • 2 gram: Rp 5.114.000
  • 5 gram: Rp 12.636.000
  • 10 gram: Rp 25.140.000
  • 25 gram: Rp 62.724.000
  • 50 gram: Rp 125.190.000
  • 100 gram: Rp 250.282.000
  • 250 gram: Rp 625.519.000
  • 500 gram: Rp 1.249.569.000.

 

Harga Emas Pekan Lalu

Pekerja menunjukkan emas di galeri 24 Pegadaian, Tangerang (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, harga emas menguat lebih dari 1% pada Jumat, 11 September 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Harga emas dunia bangkit kembali dari penurunan baru-baru ini dan menemukan titik dasar jangka pendek, meskipun data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kuat memperkuat harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.

Mengutip CNBC, Sabtu (12/9/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.363,01 per ons. Namun, logam mulia ini mencatat penurunan sekitar 1,5% sepanjang pekan.

"Emas pulih dengan cepat setelah sempat turun sesaat, karena data CPI tampaknya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Volatilitas cenderung mereda karena pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebesar 70%," ujar seorang pedagang logam independen, Tai Wong.

"Pergerakan harga saat ini mengindikasikan bahwa emas sedang menemukan titik dasar jangka pendek setelah penurunan baru-baru ini,” ia menambahkan.

Harga emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah di level US$ 4.408,90 per ons.

 

Sentimen Harga Minyak

Ilustrasi Harga Minyak Dunia Hari Ini. Foto: AFP

Harga sempat turun hampir 2% pada Kamis setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS menunjukkan kenaikan harga yang sesuai dengan ekspektasi pada Agustus.

Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% bulan lalu setelah sebelumnya naik tipis 0,1% pada Juli, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis pada Jumat.

Harga minyak turun, tetapi tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.

Harga minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga. Meskipun emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga).

Para pedagang memperhitungkan peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan, naik dari 67% sebelum data inflasi dirilis, menurut data CME FedWatch Tool.

Permintaan emas di India cenderung lesu pekan ini karena fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri, sementara permintaan investasi tetap kuat di China, negara konsumen emas terbesar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya