Jangan Terlalu Cepat Koreksi Karya Anak, Ini Cara Tepat Dukung Kreativitasnya

Sederet karya anak bisa dilihat di Karya Raya 2026.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 14 September 2026, 15:00 WIB
Proses kreatif seorang anak didukung dengan peran orang tua yang tepat, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Liputan6.com, Jakarta - Kreativitas anak tidak tumbuh begitu saja. Proses tersebut membutuhkan ruang untuk mencoba, bereksplorasi, sekaligus dukungan dari lingkungan terdekat, terutama orangtua.

Lewat pendampingan yang tepat, anak dapat memiliki kesempatan untuk menuangkan ide dan mengekspresikan diri melalui berbagai bentuk karya. Menggambar, menulis, membuat cerita, hingga menciptakan karya sendiri menjadi aktivitas yang dapat membantu anak mengenali minat dan kemampuannya.

Pengalaman tersebut juga mendorong mereka memahami cara berpikir dan menemukan bentuk ekspresi yang paling sesuai dengan dirinya. Kebutuhan akan ruang berekspresi semakin penting ketika gawai telah menjadi bagian dari keseharian anak.

Aktivitas digital memang menawarkan beragam pengalaman, tapi kegiatan yang melibatkan proses kreatif secara langsung tetap memiliki peran dalam mendukung tumbuh kembang mereka.

Co-Founder Karya Raya, Ernest Junius Wiyanto, menilai kehadiran ruang fisik untuk berkarya dapat menjadi salah satu cara mendorong kreativitas, sekaligus inovasi anak. "Kami di perpustakaan menyediakan ruang tersebut," katanya saat jumpa pers Karya Raya 2026 di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Ernest, aktivitas kreatif secara langsung juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital. "Sebagai aktivitas-aktivitas fisik, aktivitas untuk melakukan menggambar dan sebagainya itu bisa menggantikan (screen time) minimal mengurangi," sambungnya.

Peran orangtua kemudian tidak berhenti pada menyediakan fasilitas. Pendampingan tetap diperlukan agar anak merasa aman saat mencoba hal baru, sekaligus memiliki kebebasan menentukan ide dan mengembangkan karyanya sesuai imajinasi.

Pentingnya Peran Orangtua

Co-Founder Karya Raya, Ernest Junius Wiyanto, menyarankan agar peran orang tua tetap ada tanpa menggantikan suara mereka sendiri, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Peran orangtua dibutuhkan saat anak mengembangkan ide menjadi sebuah karya. Dukungan tersebut sebaiknya hadir sebagai dorongan, bukan mengambil alih proses kreatif yang sedang dijalani anak.

Anak perlu memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dengan caranya sendiri. Kebebasan itu membantu karya yang dihasilkan tetap mencerminkan pemikiran dan imajinasi mereka.

"Peran orangtua itu penting, tapi pentingnya kita harus melihat dari segi menyemangati, bukan dengan mengganti suara mereka," sebut Ernest. Ia menilai orangtua dapat memberikan dukungan melalui motivasi, ajakan, atau arahan tanpa terlalu banyak terlibat dalam pengerjaan karya.

"Jadi, support penting, tapi support-nya dalam bentuk motivasi bukan ikutan bantu ngerjain terlalu banyak," ucapnya. Menurut Ernest, keindahan karya anak justru terletak pada kreativitas yang lahir dari pemikiran mereka sendiri.

Jadi Detektif Saat Anak Kesulitan Berkarya

Ketika anak mengalami kesulitan peran orang tua sangat aman membantu dalam menyelesaikan masalah mereka, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Ketika anak menemui kesulitan saat membuat karya, orangtua dapat membantu dengan mencari tahu bagian yang menjadi kendala. Pendekatan ini membuat anak tetap memiliki ruang untuk menyelesaikan masalah tanpa merasa proses kreatifnya diambil alih.

Orangtua bisa mengajak anak berdiskusi tentang ide yang ingin diwujudkan dan kemampuan apa yang masih perlu dikembangkan. Jika anak kesulitan menggambar, misalnya, orangtua dapat mencarikan pendamping atau mengajaknya mengikuti kegiatan menggambar.

"Jadi yang kita lakukan sebagai orangtua adalah seperti detektif. 'Kamu sesuainya di mana? Kita harus cari tahu, oke kamu harus ada di sini, aku bantu di sini, oke? Tapi kamu harus usaha sendiri,'" jelas Ernest.

Pendampingan seperti ini membuat bantuan diberikan sesuai kebutuhan, sementara ide dan proses berkarya tetap menjadi bagian anak.

Jangan Terlalu Banyak Menyensor Ide Anak

Wadah kreativitas anak didukung penuh oleh peran orang tua, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Dukungan terhadap kreativitas anak juga berarti memberi mereka kebebasan menyampaikan ide tanpa terlalu cepat mengoreksi hasil karyanya. Perbedaan cara berpikir antara anak dan orang dewasa justru dapat menjadi bagian dari proses kreatif yang perlu dipahami.

"Paling penting adalah tidak menyensor terlalu banyak. Karena karya anak-anak berpikir beda dengan cara kita berpikir. Kalau kebanyakan disensor mereka akan demotivasi akhirnya tidak mau berkarya," ujar Ernest.

Orangtua dapat mengajak anak berdiskusi melalui pertanyaan sederhana agar mereka belajar mengevaluasi gagasannya sendiri. Ernest mencontohkan anak yang membuat cerita tentang perang kemerdekaan Indonesia, tapi memasukkan roket.

Orangtua dapat bertanya, "Ini tahun berapa ya, Dek? 1945 kah atau tahun 2045?" Pertanyaan tersebut membantu anak menyadari ketidaksesuaian dalam ceritanya tanpa merasa idenya langsung disalahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya