Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis

Presiden Prabowo dorong negara BRICS manfaatkan ekonomi hijau dan mineral kritis untuk perkuat posisi dalam rantai nilai industri global.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 14 September 2026, 05:30 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema 'Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism' dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara BRICS memanfaatkan ekonomi hijau untuk memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai global (global value chain).

Indonesia menilai pengembangan sumber daya terbarukan dan teknologi bersih dapat membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan nilai tambah industri.

Prabowo menyatakan bahwa negara-negara anggota BRICS memiliki kelimpahan sumber daya yang mendukung pengembangan ekonomi hijau dan teknologi tinggi. Kekuatan tersebut mencakup mineral kritis, logam tanah jarang (rare earth), energi terbarukan, hingga kapasitas produksi dan pasar yang besar untuk dikembangkan secara bersama.

“Ekonomi hijau dapat menjadi peluang dan memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global,” ujar Prabowo dalam pertemuan BRICS, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, BRICS memiliki modal sumber daya dan kapasitas yang dapat dijadikan sebagai basis pengembangan industri masa depan. Indonesia melihat pengolahan sumber daya tersebut akan menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar menjadi pemasok bahan mentah.

Prabowo juga mengimbau negara-negara anggota BRICS untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas produksi secara kolektif. Langkah ini diyakini mampu menguatkan struktur industri, mendongkrak investasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mengoptimalkan sumber daya serta kapasitas yang kita miliki bersama,” kata Prabowo.

 

Tinggal Menghubungkan

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa BRICS pada dasarnya sudah memiliki ekosistem rantai pasok yang tinggal dihubungkan dan dioptimalkan. Penguatan rantai pasok ini membuat sinergi sumber daya, teknologi, kapasitas produksi, dan pasar antarnegara anggota menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

“BRICS sudah menjadi rantai pasok. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya agar kekuatan yang sudah ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” tutur Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa pengembangan ekonomi hijau merupakan bagian penting dari strategi BRICS untuk meningkatkan daya saing industri. Indonesia berharap peluang ini mampu mendorong arus investasi dan memperkokoh posisi negara-negara anggota dalam peta ekonomi dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya