Liputan6.com, Jakarta - Keluarga jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau sejak 7 September 2026 berharap operasi SAR diperpanjang. Mereka juga meminta tim SAR gabungan kembali menyisir wilayah daratan, termasuk Pulau Sebesi.
Harapan tersebut disampaikan keluarga kepada Gubernur Banten Andra Soni saat menemui mereka di sebuah penginapan dekat Posko SAR Terpadu, Minggu (13/9/2026).
Advertisement
"Dari obrolan kita tadi, besar harapan keluarga, apabila hari ketujuh nanti belum juga ditemukan, untuk bisa diperpanjang operasi kemanusiaan pencarian dan pertolongan ini," ujar Andra.
Menurut Andra, keluarga juga berharap wilayah daratan di sekitar Gunung Anak Krakatau kembali diperiksa oleh tim SAR gabungan.
Salah satu lokasi yang diminta untuk disisir kembali adalah Pulau Sebesi. "Harapannya bisa disisir kembali pulau Sebesi dan insyaallah bisa dilakukan," terangnya.
Operasi SAR terhadap korban hilang tersebut dijadwalkan berakhir pada Senin, 14 September 2026. Andra berharap Basarnas mempertimbangkan perpanjangan masa pencarian untuk memaksimalkan upaya penyisiran di wilayah kepulauan maupun perairan.
"Saya juga sebagai Gubernur Banten, juga berharap kepada Basarnas sebagai pemimpin operasi ini bisa mempertimbangkan harapan-harapan ini," jelasnya.
Perluas Jangkauan Pencarian
Andra mengatakan perpanjangan operasi diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi tim SAR untuk menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Permintaan tersebut disampaikan setelah pencarian dilakukan selama beberapa hari di tengah kondisi kawasan Gunung Anak Krakatau dan perairan sekitarnya yang menjadi lokasi operasi.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengerahkan unsur laut dan darat untuk menemukan para korban.