4 Gen Z Calon Ratu di Eropa

Usia keempat Gen Z calon ratu di Eropa ini berdekatan.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 13 September 2026, 14:30 WIB
Raja Haakon VIII mengucapkan sumpah sesuai Konstitusi di hadapan Storting, parlemen Norwegia, di Oslo, Selasa (1/9/2026). Ia didampingi Putri Mahkota Ingrid Alexandra. (Dok. Hakon Mosvold Larsen/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah lebih dari 70 tahun dipimpin seorang ratu sebagai kepala negara, Inggris kini memasuki masa berbeda. Setidaknya dalam tiga generasi penerus takhta, negara itu tidak akan memiliki penguasa perempuan.

Setelah Raja Charles III, takhta Kerajaan Inggris akan diteruskan kepada Pangeran William lalu putranya, Pangeran George.

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah kerajaan lain di Eropa. Belgia, Belanda, Norwegia, dan Spanyol sama-sama memiliki perempuan sebagai pewaris pertama takhta.

Keempat calon ratu tersebut lahir antara 2001 dan 2005, membuat mereka masuk dalam golongan Gen Z.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan empat Gen Z calon ratu di Eropa!

 

Putri Mahkota Elisabeth dari Belgia

Putri Elisabeth dari Belgia menghadiri jamuan gala ulang tahun ke-18 Pangeran Christian di Istana Christiansborg, Kopenhagen, Denmark, Minggu (15/10/2023). (Dok. Mads Claus Rasmussen/Ritzau Scanpix via AP)

Menurut situs resmi Kerajaan Belgia, Putri Elisabeth lahir pada 25 Oktober 2001 sebagai anak sulung Raja Philippe dan Ratu Mathilde. Ia memiliki tiga adik, yakni Pangeran Gabriel, Pangeran Emmanuel, dan Putri Eléonore.

Kakek Elisabeth, Raja Albert II, menyerahkan takhta kepada putranya, Philippe, pada 21 Juli 2013. Sejak ayahnya menjadi raja, Elisabeth berada di urutan pertama pewaris takhta Belgia.

Elisabeth menyandang gelar resmi Duchess of Brabant sejak 21 Juli 2013. Gelar tersebut diperuntukkan bagi pewaris utama takhta Belgia.

Dalam bidang pendidikan, Elisabeth menyelesaikan pendidikan setingkat SMA dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) di UWC Atlantic College, Wales, pada 2020. Ia kemudian mengikuti pendidikan Ilmu Sosial dan Militer selama setahun di Royal Military Academy Belgia sebelum menempuh studi Sejarah dan Politik di Lincoln College, University of Oxford. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Oxford pada 2024.

Reuters mencatat Elisabeth kemudian menyelesaikan program Master of Public Policy di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat (AS), dan mengikuti wisuda Harvard pada 28 Mei 2026. 

Putri Mahkota Catharina-Amalia dari Belanda

Putri Amalia dari Belanda berpose di hadapan media di Den Haag, Belanda, Jumat (30/6/2023). (Dok. AP Photo/Peter Dejong)

Menurut situs resmi Kerajaan Belanda, Putri Catharina-Amalia lahir pada 7 Desember 2003 sebagai anak sulung Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima. Ia memiliki dua adik perempuan, Putri Alexia dan Putri Ariane.

Nenek Amalia, Ratu Beatrix, turun takhta pada 30 April 2013 setelah 33 tahun memerintah. Takhta kemudian beralih kepada Willem-Alexander dan sejak saat itu Amalia menjadi orang pertama dalam urutan pewarisan takhta.

Sejak 2013 pula Amelia menyandang gelar resmi Princess of Orange. Gelar ini hanya dapat digunakan pewaris takhta Belanda.

University of Amsterdam mencatat Amalia mulai mengambil program sarjana Politics, Psychology, Law and Economics atau PPLE pada 2022. Sejak 2025, ia menempuh program sarjana Hukum Belanda di universitas yang sama.

Kementerian Pertahanan Belanda menyebut Amalia juga mengikuti Defensity College, program yang memungkinkan mahasiswa menjalani pelatihan sekaligus bekerja paruh waktu di lingkungan militer sambil tetap menempuh kuliah. Setelah sebelumnya menjalani penugasan di Angkatan Udara, pada 10 September 2026 ia mulai bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Belanda dalam program tersebut.

Putri Mahkota Ingrid Alexandra dari Norwegia

Putri Ingrid Alexandra bersama dengan orang tuanya yang sekarang menyandang gelar Raja Haakon VIII dan Ratu Mette-Marit ketika berada di Istana Kerajaan Norwegia, Selasa (8/4/2025). (Dok. Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Ingrid Alexandra lahir pada 21 Januari 2004. Ia merupakan putri Raja Haakon VIII dan Ratu Mette-Marit serta memiliki seorang adik, Pangeran Sverre Magnus. Dari pihak ibunya, Ingrid juga memiliki seorang saudara tiri, Marius Borg Hoiby.

Kakek Ingrid, Raja Harald V, wafat pada 28 Agustus 2026 dalam usia 89 tahun. Putranya kemudian naik takhta sebagai Raja Haakon VIII. Peralihan takhta itu sekaligus menjadikan Ingrid Alexandra pewaris pertama dan putri mahkota Norwegia.

Pada 1 September 2026, ia mengucapkan sumpah konstitusional yang diperlukan agar seorang pewaris takhta dapat menjalankan tugas sebagai wali penguasa apabila dibutuhkan.

Dalam bidang pendidikan, Kerajaan Norwegia mencatat Ingrid menyelesaikan sekolah menengah di Elvebakken, Oslo, pada 2023. Ia kemudian menjalani wajib militer selama 15 bulan di Batalion Zeni Brigade Nord pada 2024 hingga 2025.

Kerajaan Norwegia menyebut Ingrid mulai menempuh program sarjana tiga tahun bidang ilmu sosial di University of Sydney, Australia, pada Agustus 2025, dengan fokus pada hubungan internasional dan ekonomi politik. Pada semester musim gugur 2026, ia menjalani pertukaran mahasiswa di University of Oslo, Norwegia.

Putri Mahkota Leonor dari Spanyol

Putri Leonor meninggalkan acara kenegaraan setelah mengucapkan sumpah setia kepada Konstitusi Spanyol di Madrid, Selasa (31/10/2023). Sumpah yang diucapkan tepat pada ulang tahunnya yang ke-18 itu menjadi salah satu tahapan penting bagi pewaris takhta Spanyol tersebut untuk kelak menjadi ratu. (Dok. AP Photo/Manu Fernandez)

Menurut situs resmi Kerajaan Spanyol atau Casa Real, Leonor de Borbon y Ortiz lahir di Madrid pada 31 Oktober 2005 sebagai putri sulung Raja Felipe VI dan Ratu Letizia. Ia memiliki seorang adik perempuan, Infanta Sofia.

Kakek Leonor, Raja Juan Carlos I, turun takhta pada Juni 2014. Felipe kemudian diproklamasikan sebagai Raja Felipe VI pada 19 Juni 2014 dan sejak saat itu Leonor menjadi pewaris takhta Spanyol.

Menurut Casa Real, gelar utama Leonor sebagai pewaris takhta adalah Princess of Asturias atau Putri Asturias. Ia juga menyandang gelar Princess of Girona dan Princess of Viana serta sejumlah gelar tradisional lain yang melekat pada pewaris mahkota Spanyol.

Dalam bidang pendidikan, Leonor menyelesaikan pendidikan setingkat SMA dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) di UWC Atlantic College, Wales, pada 2023. Setelah itu, ia menjalani tiga tahun pendidikan militer secara bergantian di akademi Angkatan Darat, Angkatan Laut, serta Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol.

Leonor memasuki jenjang universitas pada 7 September 2026 dengan mengambil program sarjana Ilmu Politik di Universidad Carlos III de Madrid. Program itu berlangsung selama empat tahun.

The Times melaporkan Leonor mengikuti kurikulum reguler bersama mahasiswa lain, dengan bidang studi yang antara lain mencakup ilmu politik, hukum, ekonomi, hubungan internasional, dan teori politik. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya