Liputan6.com, Jakarta - CEO Coinbase Brian Armstrong menilai harga Bitcoin berpotensi mencapai US$ 400.000 pada 2030. Menurutnya, target tersebut masih menjadi proyeksi yang masuk akal dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.
Dalam wawancara terbaru, Armstrong mengatakan prospek jangka panjang Bitcoin dipengaruhi siklus pasar, perkembangan regulasi, hingga aliran modal dari investor institusi.
Advertisement
Armstrong meyakini Bitcoin masih dapat mengikuti siklus pasar sekitar empat tahunan. Biasanya, periode kenaikan harga dan euforia pasar akan diikuti koreksi yang berlangsung lebih lama.
“Biasanya, ada kenaikan, kemudian periode euforia, lalu penurunan. Sebagian besar penurunan berlangsung sekitar satu tahun, dan kita sudah melewati ambang satu tahun dalam penurunan saat ini,” ujar Armstrong dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (12/9/2026).
Ia juga menilai pelemahan Bitcoin yang terjadi belakangan kemungkinan mulai mendekati akhir siklus. Keyakinan itu muncul setelah Bitcoin kembali menguat dari area US$ 60.000.
“Secara pribadi, saya yakin titik terendah dari siklus Bitcoin terbaru ini sudah terlewati. Kita sudah melihat Bitcoin mulai naik dari sekitar US$ 60.000,” kata Armstrong.
CLARITY Act
Selain siklus pasar, Armstrong melihat perkembangan regulasi di Amerika Serikat (AS) menjadi faktor penting di balik target harga Bitcoin US$ 400.000.
Ia menyoroti CLARITY Act, regulasi yang ditujukan untuk memperjelas kerangka hukum industri aset kripto. Menurut Armstrong, aturan tersebut tidak harus disahkan agar Bitcoin terus menguat. Namun, regulasi lanjutan dapat menentukan arah pasar.
Armstrong menilai pengesahan CLARITY Act dapat mendorong lebih banyak investor institusi masuk ke pasar kripto. Regulasi yang lebih jelas juga dapat mengurangi ketidakpastian bagi bank dan pengelola aset.
“Ini akan menjadi tonggak yang sangat besar. Hal ini dapat membuka jalan bagi modal institusi dan menghadirkan produk seperti saham yang ditokenisasi di AS. Itu akan sangat positif bagi industri,” ujarnya.
Armstrong juga melihat tekanan di pasar obligasi global dapat meningkatkan permintaan terhadap aset alternatif seperti Bitcoin.
Jika berbagai faktor tersebut terjadi bersamaan, Armstrong memperkirakan Bitcoin dapat memasuki siklus bullish kuat berikutnya dan mencapai US$ 400.000 pada 2030.