Liputan6.com, Jakarta - Menerima gaji pertama adalah momen penting sekaligus membingungkan bagi banyak fresh graduate, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian saat ini. Pertanyaan yang paling sering muncul, sebaiknya gaji ditabung dulu atau langsung diinvestasikan?
Menjawab hal ini, Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho menjelaskan, menabung dan investasi sebenarnya memiliki prinsip serupa, yakni menyisihkan penghasilan agar nilainya tumbuh dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih besar di masa depan.
Advertisement
"Bedanya, dana yang ditabung cenderung lebih likuid dan bisa dicairkan sewaktu-waktu, biasanya lewat rekening bank atau deposito. Sementara dana investasi umumnya perlu 'diparkir' lebih lama dengan harapan nilainya bertumbuh," ujar Andy saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, langkah paling ideal bagi fresh graduate adalah menjalankan keduanya bersamaan sejak awal. Ia merekomendasikan alokasi minimal 10% dari penghasilan untuk disisihkan, baik untuk tabungan maupun investasi. Nanti alokasi tabungan dan investasi bisa ditingkatkan menjadi 20-30% jika memungkinkan.
"Dari total dana yang disisihkan tersebut, bisa dibagi dengan komposisi 50% untuk ditabung dan 50% untuk diinvestasikan. Komposisi ini juga bisa disesuaikan tergantung kondisi masing-masing individu dan instrumen investasi yang dipilih," ujar dia.
Mulai Kebiasaan Menabung Dulu
Namun, bagi fresh graduate yang baru pertama kali mendapatkan gaji dan belum terbiasa mengatur keuangan, Andy menyarankan untuk memulai dari kebiasaan menabung terlebih dahulu.
Tips Disiplin Kelola Keuangan Fresh Graduate
Ia memaparkan, investasi berarti uang perlu diparkir dalam jangka waktu tertentu, sehingga cashflow harian harus tetap aman selama periode itu. Selain itu, investasi selalu memiliki risiko uang tidak kembali, meski persentasenya bervariasi tergantung produknya. Karena itu, lebih baik belajar disiplin menyisihkan uang dulu lewat menabung."
Sebaliknya, bagi yang sudah siap berinvestasi, Andy menekankan, instrumen tersebut lebih efektif menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi dibandingkan hanya mengandalkan tabungan.
Andy membagikan beberapa tips agar fresh graduate lebih disiplin dalam mengelola keuangan sejak gaji pertama:
- Sisihkan di awal, bukan di akhir. Alokasikan dana tabungan dan investasi segera setelah menerima gaji, jangan menunggu sisa dari kebutuhan lain.
- Tentukan timeline investasi, misalnya 6 bulan atau 1 tahun. Jangan mencairkan dana sebelum waktunya kecuali dalam kondisi mendesak.
- Lakukan secara bertahap dan konsisten. Menabung dan berinvestasi sedikit demi sedikit secara rutin akan meringankan beban keuangan sekaligus menurunkan risiko investasi.
Dengan kombinasi kedisiplinan dan strategi alokasi yang tepat, Andy yakin fresh graduate dapat membangun keuangan yang sehat sejak awal karier, meski di tengah tantangan kondisi ekonomi.