Karya Raya 2026, Ketika Karya Anak Mendapat Ruang untuk Dilihat Dunia

Kreativitas anak tercermin dalam 2.053 karya yang hadir di Karya Raya 2026 dan menjadi ruang bagi anak untuk mengenali dirinya sebagai kreator.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 12 September 2026, 07:00 WIB
Pameran Karya Raya 2026, membuka ruang tumbuh kembang kreativitas anak, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Liputan6.com, Jakarta - Karya Raya 2026 mencatat lonjakan karya buku anak dengan menghadirkan 2.053 karya dari kreator cilik tahun ini. Pencapaian tersebut bukan sekadar rekor baru, tapi juga menandai semakin banyak anak yang menemukan keberanian untuk menuangkan ide dan mengenali dirinya sebagai kreator.

Kreativitas anak dapat tumbuh dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. Coretan di atas kertas, cerita yang lahir dari imajinasi, serta gambar sederhana menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan gagasan.

Proses tersebut juga membantu mereka belajar menemukan ide, mengembangkan cerita, menyelesaikan karya, dan berani menunjukkannya pada orang lain. Ketika karya anak mendapat ruang untuk dilihat dan dihargai, pengalaman itu dapat membangun kepercayaan diri.

Anak tidak hanya berperan sebagai pembaca atau penikmat karya, namun juga berkesempatan menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain. Jumlah karya dalam Karya Raya terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah mencatat 638 buku pada 2023, jumlahnya meningkat menjadi 1.081 buku pada 2024 dan 1.870 buku pada 2025. Co-Founder Karya Raya, Ernest Junius Wiyanto, mengatakan pencapaian tahun ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pertambahan angka.

"(Jauh lebih banyak) anak yang menemukan jati kreator dalam dirinya tahun ini," kata dia saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Karya Raya 2026 mengusung tema "Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You." Tema tersebut menempatkan proses kreatif sebagai bagian penting dari perjalanan anak dalam menemukan, mengembangkan, dan membagikan gagasan.

Saat Karya Anak Diberi Ruang

Wadah kreativitas anak didukung dalam pameran Karya Raya 2026, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan karya membantu mereka mengenali kemampuan diri. Ketika karya tidak sekadar disimpan atau dipajang di kamar, tapi mendapat apresiasi dari orang lain, anak dapat memahami bahwa kreativitasnya memiliki nilai.

Pengalaman tersebut juga mendorong mereka untuk terus mencoba dan menghasilkan karya baru. "Ketika coretan itu dihargai orang lain, anak mulai melihat dirinya sebagai pelukis. Ketika seorang anak menulis dan tulisannya menyentuh orang lain, anak itu melihat dirinya sebagai seorang penulis," ujar Ernest.

Apresiasi terhadap karya akhirnya dapat membentuk cara anak memandang dirinya. Pengalaman ketika ide mereka diterima dan dihargai membantu menumbuhkan kepercayaan diri, sekaligus identitas sebagai kreator. Dari sana, anak memiliki dorongan untuk terus berkreasi dan mengembangkan gagasan melalui karya-karya berikutnya.

Mengandung Pesan Mendalam

Salah satu karya yang berjudul "Melepas Itu Cinta" membawa kreativitas anak yang mengandung arti mendalam di balik cerita makhluk hidup, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Karya anak tidak selalu sesederhana yang terlihat. Lewat cerita, mereka dapat menyampaikan sudut pandang dan pesan tentang kehidupan yang terkadang luput dari perhatian orang dewasa.

Proses mengolah pengalaman serta gagasan menjadi cerita juga membantu anak mengembangkan cara berpikir dan menyusun ide secara utuh. Pendongeng, storyteller, sekaligus penyiar senior, Gery Saleh Puraatmadja atau Paman Gery, menilai aktivitas menyusun cerita turut berdampak pada kemampuan kognitif anak.

"Yang pertama itu mendapatkan efek dari menyusun sebuah cerita dalam pemikiran seorang anak adalah fungsi kognitif. Itu luar biasa," sebtnya.

Ia mencontohkan karya Kea Atalia Nitisara dari SDN Penabur Harapan Indah yang mengangkat kisah tentang serangga. Menurutnya, kekuatan cerita tersebut bukan sekadar pada tokoh serangga, melainkan gagasan bahwa setiap makhluk memiliki keinginan dan hak untuk hidup bebas.

Karya Anak Jadi Ruang Apresiasi

Kehadiran kreativitas anak dalam ruang publik juga menjadi bagian penting dari Karya Raya 2026, Jumat (11/9/2026). (Liputan6.com/Nurri Indah)

Kehadiran karya anak di ruang publik menjadi bagian penting dari Karya Raya 2026. Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim, melihat perpustakaan memiliki peran lebih luas dari sekadar tempat membaca.

"Menjadi rumah untuk karya-karya anak," ujar Diki.

Semangat tersebut diwujudkan melalui pameran karya anak di Perpustakaan Jakarta yang berlangsung pada 11 September hingga 2 Oktober 2026. Karya Raya 2026 terselenggara melalui kerja sama dengan Perpustakaan Jakarta dan Bookabook.id.

Pameran ini mempertemukan karya anak dengan masyarakat secara langsung. Pengunjung dapat melihat dan membaca hasil kreativitas mereka, sementara anak memperoleh pengalaman bahwa ide yang dituangkan dalam buku layak mendapatkan perhatian.

Ruang apresiasi tersebut sekaligus memberi kesempatan bagi anak untuk membangun kepercayaan diri dan melihat karyanya sebagai sesuatu yang memiliki arti bagi orang lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya