Kenang Kepergian Putranya Akibat Epilepsi, Keluarga di Inggris Bakal Gelar Festival Musik

Sang ibu berkata walaupun ia tak bisa bernyanyi, tapi sering pergi untuk karaoke.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 15 September 2026, 21:00 WIB
Ilustrasi karaoke. (dok. Unsplash.com/kanereinholdtsen)

Liputan6.com, London - Seorang ibu dari pria yang meninggal akibat mengalami kejang epilepsi kini bisa tersenyum kembali. Hal ini karena rekaman video dari mendiang sang anak yang menghiburnya, meskipun klip tersebut masih membuatnya menangis.

Dikutip dari BBC, Selasa (15/9/2026), alasan di balik tawa seorang ibu bernama Donna Smith itu adalah rekaman video yang menunjukkan putranya, Liam Smith, yang sedang bernyanyi karaoke. Hanya ada satu masalah, yaitu Liam tidak bisa bernyanyi. Menurut Donna, video tersebut semakin "lucu dan lucu."

Yang menenangkan Donna adalah kecintaan Liam kepada musik, dengan sebuah rencana untuk menyelenggarakan sebuah festival musik untuk mengenangnya sekaligus meningkatkan kesadaran tentang epilepsi, digambarkan oleh pihak keluarga sebagai sesuatu yang luar biasa.

Smith meninggal ketika sedang bekerja sebagai penjaga pintu di tempat acara The Old Post Office di Burslem, Staffordshire, Inggris, pada bulan lalu. Ia berpulang di usianya yang ke-29 tahun.

Para pegawai lain berkata kematiannya adalah suatu kehilangan yang tragis dan berjanji untuk mendukung festival musik tersebut, rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 29 Agustus tahun depan. Keluarganya berharap acara itu, yang idenya muncul dari seorang musisi yang tampil di malam kematian Smith, akan menjadi acara tahunan.

Smith adalah penggemar musik yang fanatik dan rutin menghadiri Download Festival, menurut orang tuanya kepada BBC Radio Stoke.

"Ia sangat jenaka. Liam rela melakukan apapun untuk membuat orang tertawa, walaupun harus menertawakan dirinya sendiri," kata Donna saat mengenang putranya.

"Liam sering mengirimkan videonya sedang bernyanyi. Meskipun saat menonton videonya membuat kami menangis, saya sering menontonnya sekarang karena setiap saya tonton videonya semakin lucu," ungkap dia.

"Liam dan saya tidak pernah tahu kapan kami akan mengalami kejang, sedangkan beberapa orang merasakan tanda-tanda peringatan atau merasakan rasa aneh di mulut atau mengalami kejang absans yang membuat mereka hanya bisa menatap orang-orang," lanjut Donna.

The Epilepsy Foundation menggambarkan kondisi ini sebagai "gangguan neurologis keempat yang paling umum di dunia."

Ide untuk melangsungkan festival untuk mengenang Liam Smith datang dari seorang musisi bernama Matt Swan. Ia dan band-nya tampil di The Old Post Office secara rutin dan sedang tampil di malam Smith meninggal.

"Ia memberi kesan kepada saya sebagai seorang profesional sejati, ia sangat mencintai musiknya. Kami perhatikan beberapa kali selama pertunjukan ia terlihat datang dan pergi sesekali. Saya rasa dia tidak ingin bekerja malam itu. Saya rasa ia ingin berada di sana bersama kami," tutur Swan.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya