Pramono Targetkan Stunting Turun Jadi 14% dalam Dua Tahun

Pramono juga beri imbauan penting soal penanganan TBC.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 11 September 2026, 13:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Winda)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting di Jakarta turun menjadi 14 persen dalam dua tahun. Dia bilang target itu menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Saat ini, lanjut Pramono angka stunting di Jakarta masih berada di kisaran 17 persen. Dia pun telah meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk mendorong penurunan angka tersebut dalam dua tahun ke depan.

“Seperti kita ketahui, salah satu hal yang menjadi program yang ada di Jakarta adalah menurunkan stunting dari sekarang ini sekitar 17, tadi saya meminta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan supaya dua tahun lagi stunting di Jakarta itu bisa turun menjadi 14 persen,” kata Pramono.

Menurut Pramono, upaya penanganan stunting merupakan bagian dari program kesehatan yang menyasar ibu dan anak. Hal itu juga berkaitan dengan peran kader posyandu yang selama ini berada di lapangan untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat.

“Pada hari ini Pemerintah DKI Jakarta mengadakan acara bersama dengan kader posyandu yang selama ini mereka bertugas bekerja di lapangan yang tentunya telah memberikan kontribusi yang luar biasa, terutama bagi menjaga ibu dan anak sehat di Jakarta dengan berbagai program yang ada,” ujar Pramono.

 

TBC Harus Terus Diperhatikan

Selain penurunan stunting, Pramono menyebut penanganan tuberkulosis (TBC) menjadi perhatian lain dalam program kesehatan Jakarta. Dia menekankan pentingnya melakukan tracing terhadap kasus TBC.

Pramono mengatakan, berbagai upaya di bidang kesehatan turut berkontribusi terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta. Dia menyebut IPM Jakarta saat ini mencapai 85,05 dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

“Jakarta karena penanganan kesehatannya relatif sudah berjalan dengan baik, maka IPM-nya, Indeks Pembangunan Manusia-nya, salah satu faktornya adalah tentang kesehatan, Jakarta sekarang ini tertinggi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, yaitu 85,05,” ungkap Pramono.

Meski capaian tersebut dinilai sudah baik, Pramono ingin indikator kesehatan masyarakat Jakarta terus ditingkatkan. Dia berharap perbaikan kualitas kesehatan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Pramono menegaskan, Jakarta tidak hanya perlu membandingkan capaian dengan daerah lain di Indonesia. Dia mendorong agar Jakarta menjadikan kota-kota dunia sebagai pembanding untuk memacu peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Dan sekali lagi saya selalu mendorong bahwa Jakarta itu benchmarking-nya, pembandingnya, itu harus kota-kota dunia untuk bisa memicu, mendorong agar masyarakat Jakarta hidupnya lebih sehat, lebih teratur, lebih nyaman, lebih rapi, dan juga tentunya yang paling penting adalah membuat masyarakatnya bahagia,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya