Detik-Detik KKB Tembak Brutal 3 ASN di Jayawijaya

Mereka diserang saat melakukan survei dan penyuluhan di bidang peternakan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 11 September 2026, 13:12 WIB
Rumah duka ASN korban penembakan KKB (Foto: Ola Keda/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Delapan korban selamat mengungkap penembakan tiga pegawai negara asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jayawijaya, Papua. Rombongan mereka diadang seorang bersenjata parang. Tiga korban digiring ke belakang kendaraan dan ditembak.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika rombongan selesai melaksanakan kegiatan survei dan penyuluhan di bidang peternakan.

"Ketika rombongan ini sedang menuju setelah selesai melaksanakan kegiatan survei dan penyuluhan di bidang peternakan, di tengah jalan mereka diadang oleh satu orang menggunakan parang,” kata Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, seluruh penumpang kemudian disuruh turun. Tiga korban digiring ke bagian belakang kendaraan, sedangkan delapan orang lainnya melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

"Nah, sebagian termasuk yang korban tiga ini digiring untuk ke belakang kendaraan dan di situ mereka ditembak, mereka dieksekusi. Nah, yang lain yang 8 orang ini lari, melarikan diri mencari selamat masing-masing. Ada yang bersembunyi di belakang Puskesmas,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, delapan korban selamat tidak dikejar setelah melarikan diri. Kelompok bersenjata tersebut justru kabur setelah melakukan eksekusi.

 

Laporkan ke Polisi Melintas

Para korban selamat kemudian bertemu rombongan anggota Polres Jayawijaya yang sedang menuju suatu tempat.

Mereka melaporkan kejadian tersebut, sehingga polisi yang berada di dekat lokasi langsung melakukan evakuasi dan pengamanan.

“Karena yang utama ini adalah kita penyelamatan korban dulu ya,” kata Yusuf.

Dari tiga korban yang ditembak, satu orang masih hidup saat dievakuasi. "Nah, ketika kita evakuasi ke rumah sakit, dilakukan tindakan medis sampai rumah sakit, sampai RSUD Wamena, di rumah sakitlah baru korban ini meninggal dunia," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya