Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa muncul dalam beragam konten tak terkecuali pesan berantai. Hoaks seperti ini tentu harus diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman hingga kerugian.
Lalu apa saja pesan berantai hoaks yang sempat viral? Berikut beberapa di antaranya:
Advertisement
1. Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai JCO Bagikan Donat dengan Isi Kuesioner
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan pesan berantai JCO membagikan donat gratis dengan cara mengisi kuesioner. Pesan berantai itu beredar sejak tengah pekan ini.
Berikut isi pesan berantai yang beredar:
"Setiap orang bisa mendapatkan hadiah peringatan tahunan yang disiapkan oleh JCO Donuts & coffee"
Pesan berantai itu juga disertai dengan link yang mengarah ke website tertentu. Saat diakses terdapat narasi sebagai berikut;
"Melalui kuesioner, Anda akan berpeluang mendapatkan selusin donat + 2 cangkir kopi."
Web tersebut juga meminta kita mengisi empat pertanyaan dan membagikannya ke orang lain.
Lalu benarkah pesan berantai JCO membagikan donat gratis dengan cara mengisi kuesioner? Simak dalam artikel berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Indonesia Alami Cuaca Panas Ekstrem Tiap 60 Tahun Sekali
Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia. Pesan berantai itu banyak dibagikan sejak pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Juli 2026.
Berikut isi pesan berantainya:
"*‼️‼️‼️ Pengumuman Penting:*
*Para ahli meteorologi memperingatkan akan adanya periode cuaca yang sangat panas dan lembap yang terjadi sekali dalam 60 tahun tahun ini!*
*Selain itu, musim panas tahun ini akan berlangsung selama 40 hari. Oleh karena itu, kita harus bersiap menghadapi panas ekstrem yang melebihi 40°C dan mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan panas!*
*Harap diingat:*
Tidak peduli seberapa panasnya,selalu minumlah air bersih dan hangat.
*Minumlah perlahan, satu teguk demi satu teguk. Hindari sama sekali minum air dingin atau air es!*
*Para dokter mengatakan: Ketika suhu mencapai 40°C, jangan pernah minum air yang sangat dingin atau air es!*
*Minum air dingin atau air es dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah atau meledak!*
*Ini penting, jadi saya akan mengatakannya tiga kali: Minum teh dingin, air dingin, air es, atau minuman dingin di tengah teriknya musim panas dapat mengancam jiwa! Seorang teman saya yang berprofesi sebagai dokter pulang dari luar rumah dengan tubuh basah kuyup oleh keringat. Karena ingin segera mendinginkan badan, ia langsung mencuci kakinya dengan air dingin. *Tiba-tiba, penglihatannya kabur dan ia tidak bisa melihat! Ia dilarikan ke rumah sakit tetapi meninggal dunia.
Saat suhu mencapai 38°C atau lebih tinggi, setelah pulang dari luar rumah, istirahatlah terlebih dahulu.
Jangan berdiri langsung di bawah AC.
Dan jangan sekali-kali minum air dingin atau air es.
Jangan mandi air dingin, dan jangan langsung mencuci tangan, kaki, atau rambut dengan air dingin!
Jangan mencuci atau membasahi kulit yang telah terpapar sinar matahari langsung!
Tunggu setidaknya 30 menit sebelum mandi! Anda bisa minum air garam hangat atau air hangat, tetapi minumlah perlahan, jangan langsung menenggak!
Saya ulangi: Setelah pulang dari hari yang panas, jangan sekali-kali langsung menyalakan AC atau mandi air dingin untuk mendinginkan badan. Langsung menyalakan AC atau mandi air dingin sangat mungkin menyebabkan stroke!
Di musim panas, mohon hindari minum air dingin atau air es! Hal itu dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan stroke atau bahkan kematian!
Semoga semua orang menikmati musim panas yang aman dan menyenangkan!"
Akun itu menambahkan narasi "Penting, mohon dibaca sampai selesai"
Lalu benarkah postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini...
3. Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai dari Polri Terkait Modus Baru Kejahatan Anak Kecil Menangis di Jalan
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 April 2026.
Berikut isi pesan berantai dalam postingan itu:
"Info dari POLRI & TNI AD=
Sampaikan pesan ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda!!
Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja.
Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI Atau Kantor KORAMIL TERDEKAT dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!
Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan aksi kejahatannya.
Ini adalah Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK.
Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya
Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda..... karena sudah banyak korban. Jadi biarkan POLRI & TNI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..
Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua.."
Akun itu menambahkan narasi:
"Tolong ingatkan ke teman, saudara ataupun keluarga semua.."
Lalu benarkah postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan? Simak dalam artikel berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.