Anak Krakatau Erupsi Lagi, Warga Dilarang Mendekat

Petugas pos pantau mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau meski letusan tidak terlihat secara kasatmata.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 10 September 2026, 13:15 WIB
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Kamis pagi (10/9/2026). (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Liputan6.com, Lampung - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Kamis pagi (10/9/2026). Namun, letusan gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut tidak dapat diamati secara visual karena seluruh kawasan puncak tertutup kabut.

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 09.10 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan berlangsung selama 17 detik.

Meski kolom erupsi tidak terlihat dari pos pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap terdeteksi melalui rekaman kegempaan.

Sebelum erupsi pagi ini, pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas juga mencatat tiga kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 11-14 milimeter dan durasi 4-7 detik.

Selain itu, tremor menerus masih terjadi dengan amplitudo 2-7 milimeter serta amplitudo dominan 3 milimeter.

Letusan Gunung Anak Krakatau Tak Terlihat

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, kondisi cuaca dan kabut tebal membuat aktivitas erupsi tidak bisa diamati secara langsung dari pos pemantauan.

"Kalau dari sini tidak terlihat letusannya karena selalu tertutup kabut," kata Suwarno, Kamis (10/9/2026).

Meski visual gunung tertutup kabut, Suwarno menegaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada dalam pemantauan melalui data kegempaan yang dikirimkan dari peralatan pemantauan.

"Kegempaan kita data dari sana. Datanya langsung dikirimkan ke sini, dari sini baru kita kirimkan ke stakeholder atau pemerintah daerah," jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau meski letusan tidak terlihat secara kasatmata.

"Kalau aktivitasnya masih ada, masyarakat tetap harus waspada dan jangan mendekati kawasan gunung," tegasnya.

 

Gubernur Lampung Pantau Langsung

Sehari sebelumnya, Gubernur Lampung bersama tim gabungan melakukan pemantauan langsung aktivitas Gunung Anak Krakatau dari kawasan terdekat yang memungkinkan.

Pemantauan tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, BPBD hingga Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Langkah itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi terkini Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan kesiapsiagaan menghadapi dampak aktivitas vulkanik.

Namun demikian, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap mengacu pada hasil pemantauan resmi kegempaan dan visual dari petugas.

Hingga Kamis pagi, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Suwarno juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan hanya merujuk kepada sumber resmi.

"Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas dan jangan langsung menyebarkan informasi sebelum dipastikan kebenarannya," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya