Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp 90 miliar untuk pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di 10 ruas jalan. Total jaringan utilitas yang dibangun mencapai 16,9 kilometer (km).
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pembangunan SJUT tersebut tersebar di sejumlah ruas jalan di Jakarta.
Advertisement
“Panjangnya 16,9 kilometer dan itu lokasinya di MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara. Lokasinya di situ,” kata Heru di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembangunan SJUT merupakan bagian dari penataan jaringan kabel yang selama ini berada di atas permukaan jalan. Secara bertahap, kabel-kabel tersebut akan dipindahkan ke bawah tanah.
“Sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2025 pada bulan Desember, kita telah mempunyai payung hukum untuk mengatur yang disebut dengan penataan sarana jaringan utilitas terpadu atau SJUT,” ucap Pramono.
Kabel Komunikasi Jadi Fokus
Menurut Pramono, penataan saat ini dapat lebih dahulu dilakukan terhadap kabel komunikasi. Sementara itu, pemindahan kabel listrik masih memerlukan persiapan lebih lanjut karena berkaitan dengan aspek teknis dan keselamatan.
“Secara prinsip kabel itu ada dua, yang satu untuk komunikasi, yang satu untuk listrik. Memang yang sekarang ini yang bisa yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” jelasnya.
Pramono menegaskan, pembangunan SJUT tidak hanya bertujuan merapikan jaringan kabel, tetapi juga mendukung penataan kota agar Jakarta menjadi lebih nyaman dan tertata. Pemprov DKI juga membuka peluang keterlibatan badan usaha swasta dalam penataan jaringan utilitas tersebut.
“Tetapi intinya adalah Pemerintah Jakarta dalam rangka memberikan atau menangani dan membuat Jakarta menjadi jauh lebih indah, lebih nyaman, lebih tertata, maka program ini kami canangkan untuk waktu yang lebih panjang,” kata Pramono.