Orang Super Kaya Asia Ramai-Ramai Pindahkan Aset ke Singapura, Ada Apa?

Orang super kaya Asia mulai diversifikasi aset. Singapura menjadi salah satu tujuan investasi yang semakin menarik.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 September 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi Singapura. Orang super kaya Asia mulai melirik aset digital, sementara emas dalam jumlah besar mengalir dari Dubai ke Singapura. (AP/Wong Maye-E)

Liputan6.com, Jakarta - Orang super kaya di Asia semakin terbuka untuk berinvestasi pada berbagai kelas aset baru. Di sisi lain, emas dalam jumlah besar mulai berpindah dari Dubai ke Singapura, sementara warga kaya China semakin melirik Malaysia.

CEO Malayan Bank Bhd untuk Singapura, Alvin Lee, mengatakan kalangan ultra-high-net-worth atau orang dengan kekayaan sangat tinggi terus mencari instrumen keuangan sekaligus aset fisik.

"Orang dengan kekayaan sangat tinggi selalu melihat instrumen keuangan serta aset fisik, baik real estat maupun logam mulia," kata Lee dikutip dari CNBC, (Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, kenaikan harga emas menunjukkan bahwa logam mulia tersebut masih menjadi penyimpan nilai yang menarik.

"Kenaikan harga emas menjadi bukti bahwa emas merupakan penyimpan nilai yang baik. Emas tetap sangat menarik," ujarnya.

Harga emas saat ini sekitar US$ 4.400 per ons, meski masih berada di bawah rekor yang dicapai pada awal tahun.

Harga emas yang masih tinggi membuat logam mulia tersebut tetap menjadi pilihan investasi bagi kalangan kaya Asia. Goldman Sachs bahkan memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 4.900 per ons pada akhir tahun, didorong pembelian oleh bank sentral.

 

Mulai Masuk ke Aset Digital

Aset digital kripto Bitcoin. Minat orang super kaya terhadap aset baru seperti kripto datang dari generasi yang lebih muda (Foto by AI)

Namun, orang-orang terkaya di Asia tidak hanya tertarik pada aset tradisional seperti emas. Mereka juga mulai mencoba instrumen yang lebih baru dan inovatif.

Lee mengatakan perubahan tersebut berkaitan dengan perhatian besar kalangan kaya terhadap proses transfer kekayaan dari generasi tua ke generasi muda.

"Semakin banyak, kami melihat orang kaya sangat terbuka terhadap kelas aset baru, baik aset digital maupun mata uang kripto," kata Lee.

Menurut dia, minat terhadap aset baru tersebut terutama datang dari generasi yang lebih muda.

 

 

Emas Dikirim dari Dubai ke Singapura

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Sementara itu, Singapura tetap menjadi salah satu tujuan utama bagi kekayaan dari luar negeri. Konflik di Timur Tengah turut mendorong sebagian dana yang sebelumnya mengalir ke Dubai kembali masuk ke Singapura.

Lee menyebut emas fisik juga dikirim dari Dubai ke Singapura dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan biasanya.

Lee menilai Singapura cenderung mendapatkan manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung, ketika terjadi krisis regional atau global.

"Singapura akan terus sangat kuat dalam menarik kekayaan dari luar negeri. Dengan adanya konflik di Timur Tengah, banyak uang yang meninggalkan Singapura menuju Dubai kini kembali," kata Lee.

"Ini karena status kami sebagai tempat berlindung yang aman, ditambah kami memiliki kekayaan intelektual yang kuat, pemerintahan yang sangat stabil, dan yurisdiksi pajak yang sangat menarik," lanjutnya.

Malaysia Juga Dilirik

Selain Singapura, Malaysia juga semakin menarik perhatian warga kaya China. Lee mengatakan semakin banyak warga China yang terbuka untuk berinvestasi di Malaysia.

Untuk memindahkan bisnis maupun tempat tinggal keluarga, Malaysia dinilai memiliki valuasi yang menarik dibandingkan Singapura.

"Kami melihat lebih banyak warga China membeli properti untuk penggunaan pribadi maupun bisnis mereka di Malaysia. Kuala Lumpur menjadi salah satu penerima manfaatnya. Saya pikir Malaka juga demikian. Penang selalu cukup menarik bagi warga China," kata Lee.

Berdasarkan daftar orang kaya global Hurun yang diterbitkan Maret, China memiliki 1.110 miliarder, lebih banyak dibandingkan AS yang mencapai 1.000 orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya