Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan signifikan pada penggunaan platform digitalnya sepanjang semester I 2026. Aplikasi wondr by BNI menggaet 15,1 juta pengguna, sementara BNIdirect yang menyasar segmen wholesale mengantongi 279,7 ribu pengguna.
Secara operasional, wondr by BNI mencatatkan 1,1 miliar transaksi hingga semester I 2026 dengan nilai transaksi mencapai Rp 958 triliun. Sementara itu, BNIdirect berhasil membukukan 789 juta transaksi dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 6.039 triliun.
Advertisement
Dalam gelaran Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026), Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyampaikan bahwa capaian ini membuktikan layanan digital BNI kian diminati.
“Pertumbuhan transaksi di wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah, baik individu maupun korporasi,” ujar Paolo.
Ia menambahkan, jumlah pengguna wondr by BNI pada semester I 2026 melonjak 76% secara tahunan (year-on-year), sedangkan pengguna BNIdirect tumbuh 21%.
Penghimpunan Dana Murah
Pertumbuhan tersebut turut berdampak positif terhadap penghimpunan dana murah (CASA) perseroan. Perolehan tabungan dari pengguna wondr by BNI meningkat 43% year-on-year, sedangkan saldo giro nasabah pengguna BNIdirect tumbuh pesat hingga 50%.
Manajemen BNI menilai, peningkatan frekuensi transaksi dan keterikatan (engagement) pada ekosistem digital ini memberi ruang bagi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus menghadirkan solusi perbankan yang lebih komprehensif.
Adapun penguatan ekosistem digital BNI ini ditopang oleh infrastruktur yang kuat, mencakup 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, lebih dari 1,04 juta merchant dan QRIS, serta Open API yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 mitra melalui 283 layanan API.