Banjir Bandang Nepal: Korban Tewas Jadi 1.410 Orang, 5.132 Masih Hilang

Dari ribuan orang hilang, lebih dari 500 adalah warga negara asing.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 09 September 2026, 16:19 WIB
Rumah-rumah yang rusak berdiri dalam kondisi rawan di dekat tepian Sungai Trishuli yang meluap dan dipenuhi puing-puing setelah banjir bandang melanda distrik Nuwakot, Nepal, pada hari Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)

Liputan6.com, Kathmandu - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan Nepal dan China pada akhir bulan lalu bertambah menjadi 1.410 orang. Angka itu meningkat setelah otoritas setempat kembali menemukan 10 jenazah di wilayah terdampak bencana.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Rabu (9/9/2026) sebagaimana dilaporkan CNA, lebih dari 5.650 orang masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 848 orang merupakan warga asing.

Di Nepal, Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana mencatat 1.367 jenazah telah ditemukan di sejumlah distrik terdampak banjir. Sementara itu, 5.132 orang masih hilang, termasuk 587 warga asing.

Lebih dari 13.600 orang sejauh ini telah berhasil diselamatkan. Upaya penyelamatan masih dilakukan hingga akhir pekan lalu.

Sementara itu, di China, jumlah korban tewas akibat longsor besar di Daerah Otonom Xizang, yang juga dikenal sebagai Tibet, masih tercatat 43 orang. Sebanyak 519 orang masih hilang di wilayah tersebut, termasuk 261 warga asing.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya