Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Perluas Ekosistem Produk Guna Ulang

Banyuwangi mengembangkan ekosistem refill untuk mengurangi sampah kemasan sekali pakai melalui penggunaan wadah berulang.

oleh nofie tessarDiterbitkan 10 September 2026, 12:00 WIB
(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

 

Liputan6.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama The Partnership for Plastics in Indonesian Society (PISCES), startup belanja ramah lingkungan Alner, serta Gerakan Banyuwangi Hijau mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau refill untuk menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Program ini memungkinkan masyarakat membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan sistem isi ulang menggunakan wadah yang dapat dipakai berkali-kali. Dengan cara tersebut, penggunaan kemasan sekali pakai dapat dikurangi.

Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam acara Banyuwangi ASRI yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Pendopo Sabha Swagata, Minggu (6/9/2026).

Melalui skema refill, masyarakat dapat membeli sabun, deterjen, beras, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan lainnya dengan membawa wadah sendiri atau menggunakan wadah yang disediakan Alner. Kemasan dari Alner kemudian bisa dikembalikan untuk dicuci dan diisi ulang.

Lengkapi Ekosistem Pengelolaan Sampah Sirkular

Director PISCES Prof. Susan Jobling dari Brunel University, Inggris, mengatakan program refill menjadi pelengkap dari ekosistem pengelolaan sampah sirkular yang sebelumnya telah dikembangkan di Banyuwangi melalui Gerakan Banyuwangi Hijau dan Project STOP.

Ekosistem tersebut mencakup pembangunan TPS3R, dukungan armada dan tenaga pengangkutan, penguatan kelembagaan, pembiayaan, hingga sistem pengumpulan sampah.

“Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu dan dukungan lintas sektor. Peneliti, sektor swasta, dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bekerja bersama,” kata Susan.

PISCES mendukung Alner sebagai pelaksana utama pilot komersial fasilitas refill, baik dari sisi akademik maupun finansial. Sejak 2023, PISCES juga menginisiasi Living Lab di Banyuwangi sebagai ruang kolaborasi antara peneliti, pemerintah, swasta, masyarakat, dan inovator dalam pengelolaan sampah plastik.

 

Gandeng 20 Toko di Empat Kecamatan

(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

CEO Alner Bintang Ekananda mengatakan, saat ini Alner telah bekerja sama dengan 20 toko yang tersebar di Kecamatan Kalipuro, Giri, Glagah, dan Banyuwangi.

Jaringan tersebut selanjutnya akan diperluas dengan melibatkan PKK, Dharma Wanita, serta warung sebagai reseller melalui sistem konsinyasi.

Konsumen dapat berbelanja di toko atau mitra Alner dengan membawa wadah sendiri maupun menggunakan wadah yang telah disediakan. Saat melakukan pembelian berikutnya atau isi ulang, konsumen yang menggunakan wadah Alner dapat mengembalikan kemasan kosong tersebut.

Selanjutnya, Alner akan mengumpulkan, mencuci, dan mengembalikan wadah ke produsen untuk kembali diisi.

“Dengan mekanisme ini, kemasan dapat digunakan kembali sehingga sampah kemasan sekali pakai dapat ditekan sejak dari sumbernya,” ujar Bintang.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, keberadaan fasilitas refill memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.

“Setiap kemasan yang tidak menjadi sampah berarti mengurangi beban rumah tangga, petugas, kendaraan, fasilitas pengolahan, hingga tempat pemrosesan akhir,” kata Mujiono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya