Pemadaman Karhutla Ijen Diperkuat dari Udara, Jalur Pendakian jadi Prioritas

Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan dua titik api karhutla Kawah Ijen yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

oleh nofie tessarDiterbitkan 10 September 2026, 08:00 WIB
(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Liputan6.com, Jakarta - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, kini diperkuat melalui pemadaman dari udara. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding Kawah Ijen pada Minggu pagi (6/9/2026) dan langsung diterjunkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap permohonan bantuan helikopter untuk mempercepat penanganan kebakaran.

"Alhamdulilah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water boombing direspon cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur Bagio menjelaskan, operasi pemadaman melalui udara untuk sementara difokuskan pada area di sekitar jalur pendakian. Kawasan tersebut menjadi prioritas karena merupakan salah satu area wisata yang banyak didatangi pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.

"Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian," ujar Bagio.

Meski helikopter sudah mulai beroperasi, Bagio mengatakan jumlah penyiraman dalam sehari belum dapat ditentukan. Intensitas operasi sangat bergantung pada ketersediaan sumber air serta kondisi cuaca di kawasan Gunung Ijen.

"Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau disini (Ijen) kita ngak bisa mutusin. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kenceng sekali," tutur dia.

Embung Medco jadi Sumber Air

Untuk menunjang operasi water bombing, petugas telah memetakan sejumlah sumber air yang memungkinkan digunakan helikopter. Salah satunya adalah embung yang berada di kawasan Medco Geothermal.

Bagio menyebut BPBD Jawa Timur ke depan juga akan mengusulkan pembangunan embung khusus kepada Perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen. Keberadaan embung tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan jika kebakaran kembali terjadi pada masa mendatang.

"Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita ngak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat," kata Bagio.

Selama proses penanganan karhutla berlangsung, kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Akses jalur pendakian Kawah Ijen juga masih ditutup.

Petugas di lapangan terus mengawasi perkembangan kebakaran secara visual. Hasil pemantauan menjadi dasar untuk menentukan titik api yang harus lebih dahulu ditangani melalui operasi udara.

"Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual terhadap kondisi kebakaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan," ucapnya.

Dua Titik Api jadi Sasaran Pemadaman

(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Murniawan mengatakan, helikopter water bombing diarahkan untuk menangani dua titik api yang masih menyala di kawasan hulu.

"Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti," kata Patria.

Menurut Patria, salah satu titik kebakaran membentang cukup panjang dengan arah pergerakan menuju kawasan bawah. Upaya penanganan di lokasi tersebut juga menghadapi tantangan karena terdapat jurang yang dalam.

Sementara itu, api yang sebelumnya bergerak menuju bagian atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah. Namun, karakter medan di kawasan tersebut cukup rumit lantaran terdapat banyak punggung bukit yang menyerupai labirin.

Kondisi geografis itu turut menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi pemadaman udara, termasuk menentukan lokasi pengambilan air yang paling memungkinkan bagi helikopter.

"Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling deket dan paling memungkinkan secara obstacle," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya