Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) akan menggelar penawaran umum terbatas dengan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD IV) atau rights issue. Perseroan akan menawarkan 2,87 miliar saham baru dalam rangka rights issue.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9/2026), jumlah saham yang ditawarkan Bank Kasikorn Indonesia itu setara 13,70% saham dengan nilai nominal Rp 100 dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya rights issue.
Advertisement
Setiap pemegang 655 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 25 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 104 HMETD, di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 350 per saham. Dengan demikian, dana yang akan dihimpun perseroan dari rights issue mencapai Rp 1.006.010.545.750 atau Rp 1 triliun.
Saham yang akan diterbitkan dalam rangka pelaksanaan PMHMETD IV ini merupakan saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.
Adapun Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF), pemegang saham utama perseroan memiliki 15,57 miliar saham atau setara 86,03% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. KVF akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diterimanya sebanyak 2.543.333.619 saham HMETD.
Jumlah saham itu terdidari HMETD yang akan diperoleh sesuai porsi kepemilikan sebanyak 2,47 miliar saham HMETD dan HMETD yang akan diperoleh dari hasil pengalihan sebagian HMETD milik Kasikornbank Public Company Limited (KBANK) sebanyak 70.482.110 saham HMETD.
Dana Rights Issue
KBANK adalah pemegang saham perseroan yang memiliki 443.901.808 saham atau2,45% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Seiring hal itu berhak atas 70.482.119 saham HMETD. KBank menyatakan akan mengalihkan seluruh HMETD tersebut keapda KVF sebanyak 70.482.119.
KVFI merupakan pemegang saham perseroan yang memiliki 181.026.624 saham atau mewakili 1% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Seiring hal itu berhak atas 28.743.158 saham HMETD. KVFI mengatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diterimanya sebanyak 28.743.158 HMETD yang berasal dariHMETD yang akan diperoleh sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam rights issue ini.
Sementara itu, KVF bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue perseroan. Bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham sebesar 13,70%. Perseroan akan memakai dana hasil rights issue untuk meningkatkan penyaluran kredit. Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Agustus 2026 untuk melakukan rights issue.
Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Selasa, 8 September 2026, saham BMAS naik 12,87% menjadi Rp 570 per saham. Harga saham BMAS dibuka stagnan Rp 505 per saham. Saham BMAS berada di level tertinggi Rp 630 dan terendah Rp 505 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.877 kali dengan volume perdagangan saham 66.662 saham. Nilai transaksi Rp 3,8 miliar.