Hujan Lebat Guyur Jepang, Layanan Shinkansen Terganggu dan Warga Diminta Waspada Banjir

Masyarakat diminta waspada terhadap risiko tanah longsor dan banjir karena hujan lebat diperkirakan mengguyur wilayah Jepang bagian barat hingga timur laut.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 08 September 2026, 20:23 WIB
Ilustrasi hujan. (Dok. Erik Witsoe/Unsplash)

Liputan6.com, Tokyo - Hujan sangat lebat mengguyur wilayah tengah dan sejumlah daerah lain di Jepang pada Selasa (8/9/2026). Kondisi tersebut membuat layanan kereta cepat shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah barat Jepang terhenti selama beberapa jam. Warga di sejumlah daerah diminta bersiap menghadapi risiko banjir.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) seperti dilaporkan The Mainichi mengeluarkan peringatan banjir tertinggi untuk Sungai Shonai yang mengalir melalui Prefektur Gifu dan Aichi. Di Nagoya, hujan dengan curah lebih dari 100 milimeter mengguyur hanya dalam waktu satu jam akibat pengaruh front hujan musim gugur.

Pemerintah Kota Nagoya meminta warga di sejumlah wilayah Distrik Chikusa, Moriyama, dan Meito segera mengambil langkah untuk melindungi diri. Seluruh layanan kereta bawah tanah yang dioperasikan pemerintah kota dihentikan.

Menurut JR Central, perjalanan Tokaido Shinkansen menuju Tokyo untuk sementara dihentikan di ruas antara Okayama dan Tokyo. Layanan kereta arah barat antara Tokyo dan Nagoya juga dihentikan.

Hujan lebat turut mengganggu Sanyo Shinkansen. Menurut JR West, sebagian layanan di jalur tersebut sempat dihentikan.

Menurut masing-masing operator, layanan Tokaido dan Sanyo Shinkansen kembali beroperasi sekitar pukul 17.15 waktu setempat.

JMA mengatakan awan hujan yang membentuk jalur memanjang muncul di sejumlah wilayah Aichi dan Gifu. Kondisi ini dapat menyebabkan hujan lebat terus mengguyur daerah yang sama selama beberapa jam.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya