SMGR Bidik Prospek Positif dari Program 3 Juta Rumah

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) optimistis kinerja 2026 tumbuh positif ditopang segmen ritel, proyek infrastruktur nasional, hingga program perumahan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 08 September 2026, 18:45 WIB
PT Semen Indonesia (Persero). (Dok SMGR)

Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membidik prospek kinerja positif pada 2026. Optimisme ini ditopang oleh percepatan berbagai program pemerintah, mulai dari program 3 juta rumah hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, melihat adanya sinyal pemulihan industri semen nasional pada 2026 seiring dengan tren kinerja penerimaan semen domestik yang tumbuh positif sejak awal tahun.

"Segmen ritel yang menyumbang sekitar 70% dari total permintaan masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, didukung oleh pertumbuhan populasi, kebutuhan rumah nasional yang ditaksir sebesar 12,7 juta unit, program 3 juta rumah, serta pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ungkap Indrieffouny dalam paparan publik (public expose) secara daring, Selasa (8/9/2026).

Indrieffouny juga menilai prospek pasar semen curah untuk sektor proyek berada dalam kondisi yang baik seiring fokus pemerintah pada percepatan infrastruktur nasional. Peluang pertumbuhan tidak hanya datang dari proyek konvensional, melainkan juga dari hilirisasi industri hingga proyek properti komersial dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Selain proyek infrastruktur umum seperti pembangunan jalan, pelabuhan, dan bendungan, peluang juga datang dari hilirisasi industri, kawasan industri, smelter, dan refinery, hingga pembangunan properti komersial, high-rise residential, serta proyek-proyek IKN dan sekitarnya. Kami berupaya untuk terus menangkap peluang di seluruh pelosok Indonesia yang didukung oleh seluruh fasilitas Semen Indonesia," jelasnya.

 

Strategi Pemulihan Penjualan

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menunjukkan komitmennya mendukung pemerintah dalam mewujudkan program 3 juta rumah.

Sebelumnya, Semen Indonesia membidik pemulihan penjualan semen pada semester II-2026 seiring dengan membaiknya permintaan domestik serta meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, dan investasi industri hilirisasi.

Semen Indonesia melihat segmen semen kantong (bag) masih menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan, sementara penjualan semen curah (bulk) mulai menunjukkan pemulihan signifikan setelah permintaan domestik menguat sepanjang semester I-2026.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa perseroan optimistis terhadap prospek penjualan semen hingga akhir 2026 karena sejumlah sektor pengguna semen mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.

"Pertumbuhan diharapkan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi,” kata Vita di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja penjualan Semen Indonesia pada semester I-2026 yang mencapai 18,28 juta ton, atau naik 5,6% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,31 juta ton.

Penjualan domestik Semen Indonesia sendiri tumbuh 9,7% yoy pada semester I-2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen semen kantong yang melonjak 11,2% yoy.

 

Perluasan Jaringan Ritel

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)

Guna menangkap potensi permintaan di pasar mikro, Semen Indonesia menjalankan strategi penguatan dengan memperluas jaringan penjualan ritel hingga ke toko-toko bangunan. Perusahaan juga memperkuat brand presence dan product knowledge di tingkat toko untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen maupun tenaga konstruksi.

Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah menjalankan program Akademi Jago Bangunan melalui pelatihan dan sertifikasi ahli bangunan guna meningkatkan keterikatan (engagement) dengan para tukang dan kontraktor.

Selain itu, Semen Indonesia kembali menghidupkan merek Semen Kujang guna memperkuat penetrasi pasar di wilayah Jawa Barat yang dinilai memiliki potensi kebutuhan konstruksi yang sangat besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya