Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Galuga

Pemadaman melalui udara dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam.

oleh SupriatinDiterbitkan 08 September 2026, 10:22 WIB
Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Galuga (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Helikopter TNI Angkatan Udara (AU) dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026) pagi.

Pemadaman melalui udara dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam karena berada jauh di bagian belakang kawasan TPA.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, helikopter dari Lanud Atang Sendjaja dikerahkan dengan sistem water bombing, yakni penyiraman air dari udara untuk membantu proses pemadaman.

“Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja,” kata Rudy saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa.

Menurut Rudy, posisi titik api yang berada di bagian belakang TPA membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkaunya secara langsung. Petugas di darat harus menyambungkan sejumlah selang hingga mencapai panjang sekitar 400–500 meter.

Jarak tersebut membuat tekanan air berkurang ketika mencapai titik api sehingga pemadaman menjadi lebih sulit.

“Titik api berada di ujung paling belakang sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mengakses ke dalam,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Kronologi Kebakaran

Kebakaran terjadi sejak Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan semakin membesar pada tengah malam. Api mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi masih terdapat sejumlah titik api yang harus dipadamkan.

Rudy menjelaskan kebakaran bukan berasal dari timbunan sampah aktif di TPA Galuga, melainkan dari lahan pertanian yang berada di sebelah kawasan tersebut. Api kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.

Pemadaman dari darat melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor. Kepolisian turut mengerahkan kendaraan water cannon untuk membantu menyemprot titik-titik api.

Selain penyiraman, petugas membuat parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api merambat ke timbunan sampah yang masih aktif.

Rudy memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sementara itu, luas lahan yang terbakar masih dihitung melalui pemantauan menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Penyebab kebakaran juga belum dapat disimpulkan karena petugas masih memprioritaskan proses pemadaman dan mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya