Liputan6.com, Jakarta - Hingga kini, Gunung Anak Krakatau masih berada di level tiga (siaga) berdasarkan situs web MAGMA Indonesia.
Untuk membantu pengecekan secara berkala, lengkap dengan detail informasi lainnya terkait penyebaran abu vulkanik, seorang pengembang lokal menciptakan web gratis pemantau abu vulkanik gunung di Indonesia dengan alamat https://abu.cikoytew.my.id/.
Advertisement
Mengutip akun X pribadi milik pengembang, @.Triprnmaji, Selasa (8/9/2026), situs web ini dibagikan pada 6 September 2026.
Situs web Pantau Abu Vulkanik diambil dari data lembaga resmi VAAC Darwin, yang dikhususkan memantau sebaran abu vulkanik untuk penerbangan dunia, sehingga dapat dipastikan informasi kredibel.
“Tetap ikuti arahan atau informasi dari BMKG dan PVMBG. Jangan jadikan web ini patokan,” Aji menegaskan dalam sebuah unggahan X.
Web pemantauan abu vulkanik ini tidak ada versi aplikasi, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses tanpa perlu menginstal aplikasi terlebih dahulu.
Apa Saja Informasi yang Diberikan?
Situs web tersebut memberikan informasi Gunung di Indonesia berstatus siaga, sebagaimana diambil dari data PVMBG, dilengkapi penjelasan detail terkait ancaman dan yang harus dipersiapkan dalam bahasa awam.
Kemudian terdapat jarak sebaran ke kota, timeline sebaran, kecepatan angin di kawah, dan penjelasan rinci mengenai gas SO2 (Abu Vulkanik) hingga kondisi angin di area terdampak yang diambil dari Windy.com.
Hal ini memudahkan masyarakat awam untuk lebih memahami dengan mudah akan sebaran abu vulkanik di Gunung Anak Krakatau saat ini.
Aji menambahkan, ia mengembangkan web Pantau Abu Vulkanik hanya sebagai alat bantu pengecekan dan jika memungkinkan akan memperbarui fitur secara berkala.