Erupsi Ile Lewotolok, 11 Desa di Lembata Terpapar Abu Vulkanik

Abu vulkanik terus menghujani desa-desa di sekitar gunung.

oleh Ola KedaDiterbitkan 08 September 2026, 09:35 WIB
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT (Liputan6.com/Ola Keda)

 

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Ile Lewotolok membuat 11 desa di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdampak hujan abu vulkanik. Masyarakat pun diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas. 

Camat Ile Ape, Laurens Manuk, mengatakan 11 desa tersebut yakni Desa Napasabok, Bunga Muda, Lamawara, Amakaka, Tanjung Batu, Waowala, Beutaran, Tagawiti, Dulitukan, Palilolon, dan Kolipadan.

Menurut Laurens, sejumlah wilayah lain juga terkena semburan abu vulkanik, tetapi intensitasnya tidak sebesar di 11 desa tersebut.

"Letak desa yang berada di Barat Laut wilayah Lembata atau tepatnya puncak Gunung Ile Lewotolok. Erupsi selalu diikuti dengan arah angin dari Timur Tenggara ke Barat Laut," terang Laurens, Selasa (8/9/2026)

Ia menuturkan material letusan berupa abu vulkanik selalu mengarah ke wilayah desa di bagian utara atau barat laut.

"Sementara beberapa desa yang berada sedikit mengarah ke barat bagian selatan yaitu Desa Petuntawa sampai Desa Laranwutun di ibu kota Kecamatan itu terkadang debu letusan juga sampai ke desa-desa itu, tetapi yang masif setiap hari dalam jumlah yang banyak itu 11 desa yang saya sebutkan pertama tadi," ungkapnya.

 

Gunung Ile Lewotolok Dua Kali Erupsi

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata mengalami dua kali erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.41 WITA, kemudian kembali erupsi pada pukul 06.15 WITA. Jarak antara kedua erupsi tersebut sekitar 34 menit.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Ile Lewotolok, erupsi pada pukul 05.41 WITA menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Status Gunung Ile Lewotolok masih Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Imbauan Potensi Bahaya

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Warga di sekitar gunung diimbau menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik serta mengurangi risiko gangguan pernapasan (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya