Liputan6.com, Jakarta - DBS dan Citi berhasil menyelesaikan pembayaran lintas negara dalam dolar AS menggunakan deposito tokenisasi pada ledger blockchain milik Swift.
Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (8/9/2026), transaksi tersebut dilakukan pada akhir pekan. Langkah ini menghubungkan dua bank yang memiliki aktivitas besar di Asia Tenggara dengan infrastruktur penyelesaian transaksi eksperimental milik Swift.
Advertisement
Pembayaran dilakukan dalam denominasi dolar AS dengan memindahkan nilai melalui deposito tokenisasi, bukan menggunakan pesan konvensional dalam sistem perbankan koresponden.
DBS yang berbasis di Singapura dan Citi sama-sama memiliki jaringan operasional besar di berbagai pasar ASEAN.
Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan jumlah transaksi, tanggal pasti pelaksanaan, maupun peran spesifik masing-masing bank, seperti pihak pengirim, penerima, penerbit, atau penyelesai transaksi.
Eksperimen ini juga menjadi bagian dari sejumlah uji coba transaksi berbasis blockchain yang melibatkan bank besar di jaringan Swift.
Transaksi Akhir Pekan Jadi Sorotan
Waktu pelaksanaan transaksi menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Pembayaran lintas negara secara konvensional umumnya masih bergantung pada jam operasional perbankan dan batas waktu pemrosesan (cut-off) bank koresponden.
Karena itu, keberhasilan transaksi pada akhir pekan menjadi bagian penting dalam pengujian apakah perpindahan nilai dapat dilakukan di luar jam operasional perbankan standar.
Meski demikian, satu transaksi pada akhir pekan belum membuktikan bahwa sistem tersebut telah tersedia selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Transaksi yang berhasil dilakukan sekali juga tidak berarti layanan tersebut sudah berjalan secara terus-menerus atau dapat digunakan seluruh nasabah.
Informasi yang tersedia juga belum mencantumkan waktu transaksi, durasi pemrosesan, jadwal operasional, maupun detail finalitas penyelesaian.
Karena itu, belum ada dasar untuk menyebut transaksi tersebut berlangsung secara instan, real-time, lebih murah, atau lebih cepat dibandingkan metode pembayaran lainnya.
Apa Arti Deposito Tokenisasi?
Sejumlah informasi dasar mengenai transaksi DBS dan Citi tersebut masih belum diketahui. Termasuk nilai pembayaran, tanggal pelaksanaan, yurisdiksi yang terlibat, peran masing-masing bank, serta apakah transaksi merupakan uji coba atau pembayaran nyata dari nasabah.
Ketersediaan layanan secara lebih luas dan kemampuan untuk melakukan transaksi berulang juga belum dapat dipastikan.
Istilah deposito tokenisasi dalam konteks ini merujuk pada uang simpanan yang diterbitkan bank dan direpresentasikan dalam sebuah ledger.
Konsep tersebut berbeda dari blockchain publik, token kripto, stablecoin, maupun produk investasi.
Perbedaan ini penting karena eksperimen DBS dan Citi lebih berkaitan dengan pengembangan infrastruktur penyelesaian pembayaran perbankan, bukan menciptakan aset digital baru yang dapat diperdagangkan.
Bagi bursa dan regulator di kawasan ASEAN, termasuk Singapura, Manila, dan Jakarta, transaksi ini lebih tepat dilihat sebagai sinyal perkembangan infrastruktur pembayaran lintas negara.