Liputan6.com, Jakarta - Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026 menghadirkan gebrakan baru dengan mempertandingkan cabang olahraga padel untuk pertama kalinya. Sebanyak 20 tim dari institusi jasa keuangan ambil bagian dalam kompetisi yang mulai bergulir pada Minggu (6/9/2026).
LJK Padel 2026 resmi dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko di Milo's Padel Kemang, Jakarta. Ajang ini akan berlangsung hingga 27 September 2026 di tiga venue berbeda.
Advertisement
Opening ceremony LJK Padel 2026 dimeriahkan parade tim, pertandingan eksibisi yang melibatkan jajaran eksekutif, serta pertandingan awal fase grup. Sejumlah pimpinan institusi peserta turut hadir, termasuk Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro.
Turnamen perdana ini diikuti sekitar 200 pemain. Setiap institusi mengirimkan satu tim yang terdiri dari lima pemain putra dan lima pemain putri, serta maksimal tiga ofisial.
"Masuknya padel sebagai cabang baru menunjukkan bahwa Liga Jasa Keuangan terus berkembang mengikuti minat insan jasa keuangan. Namun, yang paling penting bukan sekadar cabang olahraganya, melainkan semangat yang dibawa: berani bertanding, menjunjung sportivitas, dan membangun kekompakan," ujar Ketua Pengurus Liga Jasa Keuangan Insan Hasani.
20 Institusi Turut Berpartisipasi
Dari 20 tim yang ambil bagian, sektor perbankan menjadi peserta terbanyak dengan 13 institusi. Mereka terdiri dari Bank Saqu, BTN, SeaBank, Bank BJB, BRI, BNI, ICBC Indonesia, BCA, Bank Mandiri, Bank Jakarta, Maybank Indonesia, BSI, dan Bank Mega Syariah.
Sementara itu, sektor asuransi dan keuangan nonbank diwakili IFG dan Astra Life.
Adapun kelompok regulator dan lembaga terkait diisi OJK, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam setiap pertemuan beregu, para peserta akan bertanding dalam tiga kategori, yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Kompetisi diawali dengan fase kualifikasi dan grup sebelum berlanjut ke babak perempat final, semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga final.
Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting karena hasil fase grup akan menentukan peluang masing-masing tim melangkah ke babak gugur.