Cathay Pacific Perpanjang Penangguhan Penerbangan ke Dubai dan Riyadh, Ini Alasannya

Cathay Pacific memperpanjang penangguhan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga akhir November 2026.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 08 September 2026, 07:00 WIB
Pesawat Cathay Pacific di Bandara Internasional Hong Kong di Hong Kong pada 28 Desember 2022. (PHILIP FONG / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Cathay Pacific Airways memperpanjang penangguhan penerbangan menuju dan dari Dubai dan Riyadh hingga akhir November 2026. Sebelumnya, maskapai Hong Kong tersebut berencana kembali melayani penerbangan ke Dubai pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Namun, jadwal tersebut kini ditunda. Mengutip SCMP, Senin, 7 September 2026, maskapai menyebut keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan "perkembangan terkini di Timur Tengah."

Cathay Pacific akan terus memantau kondisi regional sebelum menentukan jadwal operasional berikutnya. Penumpang yang telah memesan tiket untuk rute terdampak pun mendapatkan sejumlah pilihan untuk menyesuaikan perjalanan mereka.

Maskapai memberikan fleksibilitas berupa pemesanan ulang, perubahan rute, maupun pengajuan pengembalian dana untuk tiket yang dibeli hingga Jumat, 4 September 2026. Kebijakan ini berlaku bagi penumpang dengan pemesanan yang terdampak penangguhan penerbangan.

Meski demikian, perubahan rencana perjalanan dapat menimbulkan selisih biaya. Jika terdapat perbedaan tarif atau pajak antara penerbangan awal dan pilihan baru, penumpang tetap perlu membayar selisih tersebut.

Cathay Pacific juga telah membuka kembali penjualan tiket sebagai bagian dari persiapan untuk mengaktifkan layanan setelah situasi memungkinkan. Jadwal penerbangan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di kawasan tersebut.

Pengumuman ini disampaikan di tengah kembali terjadinya serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada pekan ini. Situasi itu dikhawatirkan memicu lagi konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2026, ketika upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan telah beberapa kali ditempuh.

Penangguhan Berulang

Ilustrasi maskapai Cathay Pacific (AFP/Dala De La Rey)

Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah Amerika Serikat memperkuat tekanan melalui blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Kondisi tersebut turut memengaruhi rencana Cathay Pacific untuk memulihkan penerbangan ke sejumlah destinasi di Timur Tengah.

Maskapai ini pertama kali menghentikan penerbangan penumpang ke Dubai dan Riyadh pada 28 Februari 2026. Beberapa bulan kemudian, pada 2 Juli, maskapai mengumumkan rencana mengoperasikan kembali layanan penumpang dan kargo secara bertahap mulai 1 September. Penjualan tiket untuk penerbangan tersebut pun dibuka.

Namun, rencana itu berubah seiring perkembangan situasi. Pada 17 Juli, Cathay Pacific menunda pemulihan layanan hingga akhir Oktober.

Penangguhan tersebut kemudian diperpanjang lagi hingga akhir November 2026, menyusul kondisi keamanan yang masih belum memungkinkan bagi maskapai untuk mengaktifkan kembali penerbangan ke kawasan Timur Tengah.

Maskapai Lain Ikut Tunda Penerbangan

Pesawat maskapai Air France menunda rencana penerbangan ke Dubai mengikuti Cathay Pacific. (dok. Instagram @afklm_virtual/https://www.instagram.com/p/COpJDYbBO2m/)

Cathay Pacific menjadi salah satu maskapai asing terbaru yang menunda rencana penerbangan kembali ke Dubai. Langkah serupa sebelumnya diambil Lufthansa dan Air France dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan masih tingginya ketidakpastian terkait kondisi keamanan di Timur Tengah.

Selain menangguhkan penerbangan penumpang, Cathay Pacific juga membatalkan rencana mengoperasikan kembali layanan kargo ke Riyadh mulai 1 Agustus 2026. Hingga kini, maskapai belum mengumumkan jadwal baru untuk penerbangan kargo tersebut.

Di sisi lain, sejumlah maskapai asing diperkirakan mulai melayani kembali Dubai pada akhir Oktober, bertepatan dengan dimulainya jadwal penerbangan musim dingin.

Sementara itu, Emirates masih mengoperasikan penerbangan dari Hong Kong ke Dubai. Qatar Airways juga tetap melayani rute menuju Doha setelah kedua maskapai secara bertahap memulihkan penerbangan ke kawasan tersebut pada Maret.

Menawarkan Pengalaman Premium

Kabin kelas satu Cathay Pacific Airways (Cathay Pacific Airways)

Di luar penangguhan penerbangan ke Timur Tengah, Cathay Pacific dikenal sebagai maskapai full-service yang menawarkan berbagai fasilitas premium, terutama bagi penumpang kelas bisnis dan First Class.

Layanan tersebut mencakup kursi yang dapat direbahkan hingga menjadi tempat tidur pada penerbangan tertentu, pilihan hidangan dan minuman, serta hiburan selama perjalanan.

Pengalaman premium juga tersedia sebelum penumpang naik pesawat. Cathay Pacific menyediakan sejumlah lounge di Bandara Internasional Hong Kong, termasuk fasilitas di Terminal 1 yang ditujukan bagi penumpang kelas premium dan anggota program tertentu.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari layanan perjalanan yang ditawarkan Cathay Pacific, khususnya bagi penumpang yang melakukan penerbangan jarak jauh. Fasilitas di dalam kabin maupun lounge dirancang untuk memberikan kenyamanan tambahan sejak sebelum keberangkatan hingga selama perjalanan menuju destinasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya