Liputan6.com, Jakarta - Bhayangkara FC mengubah pola latihan harian demi mengurangi paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terasa di Lampung. Manajemen memilih tidak mengambil risiko dengan memangkas durasi aktivitas di lapangan terbuka agar kesehatan pemain tetap terjaga.
"Cuaca kurang baik di Bandar Lampung dengan adanya abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, berdampak pada aktivitas skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC," tulis Bhayangkara FC di Instagram klub.
Advertisement
Dokter tim, Khairi Maulana Azhari, menegaskan sesi luar ruangan untuk sementara tidak boleh berlangsung lama. "Lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih menyiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik," kata Khairi Maulana Azhari.
Ia menambahkan kondisi pagi sempat tampak lebih baik, namun residu debu masih terasa. "Pagi hari ini terlihat membaik karena abu vulkaniknya tidak kasat mata. Tapi sisa-sisa debunya masih bisa kita rasakan di jalanan ataupun di lapangan latihan," imbuhnya.
Fokus Pemulihan Menjelang Dewa United
Di lapangan, porsi latihan kini dibatasi untuk pemulihan dan joging ringan. Kebijakan ini diterapkan agar beban fisik tetap terjaga tanpa memperbesar risiko paparan abu.
"Porsi latihan dipangkas hanya untuk pemulihan dan sirkulasi ringan seperti jogging serta pergerakan simpel tanpa memakan waktu lama," kata Khairi Maulana Azhari.
Lampung menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak abu sejak erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026). Situasi itu ikut memengaruhi agenda tim di Bandar Lampung.
Meski terbatas, The Guardians tetap menyiapkan skuad menghadapi lanjutan BRI Super League 2026/2027 melawan Dewa United pada Jumat (11/9/2026).
Hasil Pembuka dan Rencana Perjalanan
Pada partai pembuka, Bhayangkara FC bermain imbang 1-1 kontra Persebaya Surabaya di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Tuan rumah tertinggal terlebih dahulu melalui gol Yann Mabella pada menit ke-13, sebelum Allano Lima menyamakan kedudukan lewat tandukan pada menit ke-60.
Menjelang laga tandang berikutnya, kepastian moda perjalanan menuju Banten belum ditentukan. Tim besutan Oscar Bruzo masih menunggu perkembangan karena pemerintah menutup empat bandara udara, termasuk Soekarno-Hatta.