Ini Komponen Mobil yang Rentan Rusak Akibat Abu Vulkanik

Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung Anak Krakatau, telah menjangkau berbagai wilayah di indonesia, termasuk Jabodetabek

oleh Arief AszhariDiterbitkan 08 September 2026, 13:08 WIB
Ilustrasi mobil terkena abu vulkanik (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung Anak Krakatau, telah menjangkau berbagai wilayah di indonesia, termasuk Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Partikel halus yang beterbangan di udara, bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memicu kerusakan sejumlah komponen mobil jika tidak segera dibersihkan.

Abu vulkanik memiliki kandungan pasir kuarsa yang tinggi serta bersifat asam. Kombinasi keduanya membuat debu tersebut tajam, layaknya serpihan kaca sekaligus berpotensi mempercepat munculnya korosi pada kendaraan.

Dengan begitu, pemilik mobil yang terpapar hujan abu disarankan segera melakukan penanganan agar kerusakan tidak meluas.

Berikut, beberapa komponen yang berpotensi mengalami kerusakan akibat abu vulkanik, disitat dari laman resmi Auto2000:

1. Kaca Mobil

Bagian pertama yang perlu mendapat perhatian adalah kaca mobil. Penggunaan wiper saat kaca masih dipenuhi abu justru berisiko meninggalkan goresan permanen akibat kandungan silikon pada abu vulkanik.

Cara yang lebih aman adalah membilas kaca menggunakan air mengalir atau cairan pembersih wiper hingga seluruh partikel terangkat, kemudian mengeringkannya dengan kain bersih.

2. Bodi Mobil

Bodi mobil juga tidak luput dari ancaman. Sifat korosif abu vulkanik dapat mempercepat kerusakan pada lapisan cat, terutama di area yang sebelumnya sudah mengalami lecet atau bekas benturan.

3. Filter Udara

Selain itu, filter udara mesin perlu diperiksa karena debu halus dapat menyusup ke ruang mesin apabila kondisi saringan sudah tidak optimal.

Jika filter terlihat terlalu kotor, penggantian sebaiknya dilakukan meski belum memasuki jadwal servis rutin.

4. Sistem AC Mobil

Begini Cara Menjaga AC Mobil Tetap Sejuk dan Bersih (Ist)

Sistem pendingin kabin menjadi komponen lain yang patut diwaspadai. Membuka jendela saat melintasi wilayah yang dipenuhi abu dapat membuat debu masuk ke saluran sirkulasi AC dan menyumbat filter kabin.

Kondisi ini tidak hanya mengurangi kinerja pendingin udara, tetapi juga berpotensi membuat udara di dalam kabin tercemar sehingga kurang nyaman bagi penumpang.

5. Rem Mobil

Performa pengereman pun bisa terdampak. Abu yang menempel pada piringan atau masuk ke dalam teromol dapat menyebabkan gesekan berlebih dengan kampas rem hingga memicu goresan pada permukaan cakram.

Dalam kondisi tertentu, rem bahkan berisiko macet atau kehilangan performa. Selain itu, debu vulkanik juga berpotensi mencemari cairan kendaraan seperti minyak rem dan air radiator, serta mengganggu kerja sensor elektronik, termasuk sensor ABS yang sangat sensitif terhadap kotoran.

6. Cairan Mobil

Meskipun tertutup rapat ada potensi abu vulkanik yang menyusup ke dalam wadah dari perangkat mobil yang mengandalkan cairan, seperti tabung minyak rem atau air radiator.

Jika sudah tercampur, formula kimia dalam cairan tersebut, berpotensi rusak dan tidak bisa bekerja dengan baik.

7. Sensor Kendaraan

Komponen lain dari mobil yang bisa terkena masalah akibat abu vulkanik, adalah sensor yang sensitif terhadap abu vulkanik, dan mengganggu kinerja kontrol elektronik mobil.

Salah satunya, adalah sensor di sistem pengereman mobil yang rusak, dan membuat fitur ABS tidak dapat bekerja dengan baik.

Langkah Aman

Jika kendaraan berada di kawasan yang terdampak abu vulkanik, langkah paling aman adalah mengurangi penggunaan mobil hingga kondisi kembali normal. Namun, bila harus berkendara, segera bersihkan kendaraan dengan air mengalir dan lakukan pemeriksaan menyeluruh setelahnya.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah kerusakan pada komponen penting sekaligus menjaga keselamatan saat berkendara di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya