Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan akan menambah alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan. Hal ini dilatarbelakangi, letak geografis Indonesia yang berada di lingkaran api atau Ring of Fire sehingga rawan menghadapi berbagai bencana.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana alam, mulai dari gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rapat digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Advertisement
"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," jelas Prabowo sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Prabowo meyakini Indonesia akan lebih mampu dan siap menghadapi bencana yang terjadi di masa depan. Dia juga menilai pemerintah telah merespons bencana di Sumatra secara masif dan cepat.
"Sekarang pun dibandingkan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatera, di Aceh, Sumatra Utara dan di Sumatra Barat ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat ya," tuturnya.
"Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumut dan Sumbar dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil, kita atasi saya ucapkan terima kasih semua unsur," sambung Prabowo.
Soroti Penanganan Karhutla dan Gempa NTT
Selain penanganan bencana di Sumatra, Prabowo menilai respons pemerintah terhadap karhutla juga cukup masif meski masih terdapat keterlambatan di sejumlah wilayah.
"Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif," kata dia.
Prabowo juga mengapresiasi penanganan gempa di NTT. Dia meminta kondisi kebutuhan dasar masyarakat di sejumlah kabupaten yang belum dikunjunginya turut dipastikan.
"Gempa Flores, saya liat respons kita juga cukup besar, tapi saya juga ingin cek di kabupaten-kabupaten yang belum saya datangi, tapi saya ingin untuk lihat bagaimana kebutuhan dasar apakah sudah bisa dipulihkan atau tidak," imbuh Prabowo.
Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta laporan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait erupsi Gunung Anak Krakatau serta kondisi gunung api lainnya di Indonesia.
Dia juga meminta Panglima TNI dan Kapolri melaporkan perkembangan penanganan karhutla.
"Kemudian tentunya saya akan beralih kepada Gubernur NTT untuk bersama Pangdam dan Kapolda NTT untuk melaporkan perkembangan penanganan pascakejadian," pungkas Prabowo.