19 Tahun Berlalu, Pasien dan Dokter Bertemu Lagi sebagai Rekan Kerja

Cerita tentang dokter yang menyelamatkannya dulu membuatnya ingin masuk ke dunia kedokteran.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 08 September 2026, 20:00 WIB
Ilustrasi Dokter (Unsplash)

Liputan6.com, Beijing - Seorang pria muda di China baru-baru ini menjadi rekan kerja seorang dokter yang dulu menyelamatkannya dari kelainan jantung bawaan 19 tahun yang lalu. Hal ini membuat banyak orang takjub dengan keajaiban takdir.

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (8/9/2026), pemuda 23 tahun itu bernama Huang Hongxin. Ia baru saja terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana di departemen bedah saraf Rumah Sakit Xiangya, yang berafiliasi dengan Central South University.

Hampir dua dekade lalu, Huang melakukan operasi penyelamatan nyawa untuk mengatasi kelainan jantung bawaan yang ia derita di rumah sakit yang sama. Kondisinya saat itu mencakup stenosis arteri pulmonalis dan patent foramen ovale, yang sulit ditangani oleh rumah sakit lain.

Keluarganya berasal dari Provinsi Jiangxi di China timur, dan mereka harus pergi ke Rumah Sakit Xiangya di Provinsi Hunan tengah, tempat tim Profesor Long Long dan Profesor Hu Qinghua berhasil melakukan operasi terhadap Huang. Berkat dedikasi mereka, Huang dapat tumbuh seperti anak-anak lain seusianya.

Seiring ia tumbuh, perlahan ia mengerti tentang makna yang sangat dalam dari operasi yang menyelamatkan nyawanya tersebut.

"Dokter tersebut sudah menyelamatkan saya dan memberikan saya kehidupan yang baru," tuturnya.

Rasa terima kasihnya kepada para dokter berkembang menjadi keingintahuan yang mendalam tentang dunia kedokteran.

Pada 2024, nenek Huang juga dirawat di departemen bedah saraf Rumah Sakit Xiangya akibat aneurisma otak. Ia ditangani oleh tim Profesor Huang Jun, yang menganalisis data pencitraan secara teliti dan membahas rencana operasi berulang kali untuk memastikan keberhasilan operasi dan mencegah terjadinya pendarahan otak yang berpotensi fatal.

 

Pertemuan Kembali

Ilustrasi Dokter Bedah (Unsplash)

Pengalaman ini yang membulatkan tekadnya untuk bergabung dengan Rumah Sakit Xiangya. Ia mempersiapkan diri dengan tekun untuk ujian masuk program pascasarjana dan baru saja diterima. Kini, ia menempuh pendidikannya di bawah bimbingan Profesor Huang, yang telah menyelamatkan nyawa sang nenek.

Terlebih lagi, keajaiban takdir tidak berhenti sampai situ. Yang mengejutkan Huang muda, saat ia menjalani pelatihan residensi klinis, yang mengharuskan para peserta untuk rotasi bertugas di berbagai departemen, tugas pertamanya adalah di bidang bedah jantung dan pembuluh darah, dan mentor pertamanya adalah Profesor Long Long, dokter yang sama yang menyelamatkan nyawanya 19 tahun lalu.

Huang muda mengungkapkan tekadnya untuk terus mengasah keterampilan profesionalnya lewat kerja keras, dengan tujuan melindungi kesehatan lebih banyak pasien.

Ia menjepret foto bersama dengan orang yang menyelamatkan nyawanya. Keduanya terlihat mengenakan baju bedah. Foto tersebut dan kisah inspiratifnya telah menyentuh hati banyak orang di dunia maya.

“Cara terbaik untuk mengungkapkan rasa terima kasih adalah dengan menjadi seperti dirinya,” tulis seorang pengguna. Ada juga yang berkomentar bahwa ini adalah estafet kehidupan dan pewarisan semangat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya