Cerita Penumpang di Bandara Lampung Terdampak Abu Anak Krakatau

Sejumlah penumpang masih menunggu kepastian jadwal dari maskapai.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 07 September 2026, 10:49 WIB
Situasi penumpang di Bandara Lampung. (Liputan6.com/ Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung. Sejumlah penumpang terpaksa membatalkan atau menunda perjalanan akibat gangguan penerbangan yang dipicu sebaran abu vulkanik.

Situasi tersebut membuat penumpang yang hendak bepergian untuk bekerja di luar daerah diliputi kecemasan. Mereka khawatir tidak dapat tiba di tempat tujuan sesuai jadwal dan terancam terlambat masuk kerja.

Salah seorang penumpang, Hesti, mengaku telah berada di Bandara Radin Inten II sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Dia sedianya terbang menuju Jakarta, namun hingga pagi hari belum mendapat kepastian mengenai keberangkatannya.

“Saya sudah ngabarin atasan saya. Kalau buat besok saya belum tahu kabarnya, saya mesti gimana,” kata Hesti, Senin (7/9/2026).

Hesti mengaku semakin bingung setelah mengetahui penerbangannya terdampak pembatalan. Menurut dia, perjalanan menggunakan jalur darat juga disebut mengalami kendala.

“Kalau untuk penerbangan jelas, hari ini cancel semua. Saya bingung juga. Kalau dapat info, Bakauheni juga ditutup,” ujarnya.

Hesti kini hanya bisa menunggu informasi dari maskapai terkait kepastian jadwal penerbangannya. Dia belum mengetahui apakah masih dapat berangkat pada hari yang sama atau harus menunda perjalanan hingga keesokan harinya.

 

Penerbangan ke Kalimantan Ikut Terdampak

Gangguan serupa dialami Hapis Widodo. Dia hendak melakukan perjalanan dari Negeri Besar menuju Singkawang, Kalimantan Barat, untuk bekerja.

Hapis sedianya terbang menggunakan Lion Air pada pukul 13.25 WIB. Namun, jadwal penerbangannya berubah dan mengalami penundaan hingga pukul 18.00 WIB.

“Saya Lion Air jam 13.25. Terus delay sampai 18.00,” kata Hapis.

Meski jadwal telah berubah, Hapis mengaku belum memperoleh kepastian apakah penerbangannya akan kembali ditunda atau bahkan dibatalkan. Dia juga belum mendapatkan informasi secara langsung dari pihak maskapai.

Hapis mengatakan memahami kondisi yang menyebabkan gangguan penerbangan. Selain aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi asap di wilayah Pontianak juga menjadi pertimbangan dalam perjalanan udara.

“Kami memaklumi juga keadaan ini, Krakatau. Terus yang di Pontianak itu asap. Kami sudah memaklumi juga,” ujarnya.

Namun, dia berharap maskapai tetap memberikan informasi yang jelas kepada para penumpang. Menurutnya, kepastian jadwal sangat penting karena perjalanan tersebut berkaitan dengan pekerjaannya.

Hapis menegaskan penumpang dapat memahami apabila penerbangan harus ditunda atau bahkan dibatalkan. Yang terpenting, maskapai memberikan penjelasan mengenai jadwal keberangkatan dan kepastian tiket.

“Yang penting ada penjelasan dari pihak maskapai,” katanya.

Jika penerbangan akhirnya dibatalkan, Hapis berharap tiket penumpang dapat diganti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Yang penting tiket itu tetap diganti,” imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya