Konser Amal untuk NTT di Makassar Raup Puluhan Juta Rupiah

Vokalis Padi Fadly menjadi salah satu musisi yang terlibat dalam penggalangan dana.

oleh FauzanDiterbitkan 07 September 2026, 10:22 WIB
Konser amal untuk NTT. (Liputan6.com/Fauzan)

Liputan6.com, Jakarta - Konser amal Sound of Humanity for NTT sukses digelar di Trek Coffee, Jalan Pengayoman, Makassar, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi musisi, komunitas, pelaku kuliner, dan masyarakat untuk bersama-sama menggalang bantuan bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari rangkaian penggalangan dana yang dilakukan, donasi yang berhasil dihimpun telah mencapai lebih dari Rp 50 juta. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses pengumpulan dan pencatatan donasi dari berbagai pihak.

Vokalis Padi, Andi Fadly Arifuddin yang tampil dalam kegiatan tersebut mengatakan kehadirannya bersama para musisi lainnya merupakan bagian dari upaya mengajak masyarakat bergandengan tangan membantu para penyintas bencana.

Menurut Fadly, penampilan musik dalam kegiatan tersebut bukan menjadi tujuan utama, melainkan sarana untuk mempertemukan masyarakat sekaligus membangun kepedulian terhadap kondisi yang dihadapi warga NTT.

"Kami ini pelengkapnya saja. Acara utamanya itu sebenarnya bagaimana kita bisa sama-sama bergandeng tangan untuk saling membantu saudara kita," kata Fadly.

Fadly membawakan sejumlah lagu dalam kegiatan itu. Penggalangan dana juga dikemas melalui mekanisme lelang lagu, dengan peserta memberikan penawaran untuk menentukan lagu yang akan dibawakan. Ia mengatakan konsep lelang tersebut menjadi salah satu cara untuk mendorong pengunjung agar lebih antusias memberikan sumbangan.

"Lelang lagu itu sebenarnya untuk menyimulasi teman-teman yang datang, saudara-saudara yang datang, untuk lebih semangat untuk menyumbang," ujarnya.

Salah satu lagu yang mendapatkan penawaran tertinggi dalam lelang tersebut adalah Kasih Tak Sampai milik Padi. Lagu tersebut berhasil dilelang dengan nilai Rp 5,5 juta. Fadly kemudian membawakan lagu tersebut di hadapan ratusan penonton yang hadir.

Selain lelang lagu, Fadly juga melelang tiga buah baju yang telah ditandatangani langsung olehnya. Ketiga baju tersebut turut terjual dan menghasilkan tambahan donasi untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

Fadly berharap masyarakat NTT dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum bencana. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan.

"Dan tugas kita hari ini ya membantu mempercepat memulihkan saudara-saudara kita di NTT. Kita semua bersaudara, kita semua siap saling membantu. Kita adalah anak-anak dari peradaban besar yang namanya Indonesia," ujar Fadly.

Selain pertunjukan musik, aksi penggalangan dana juga dilakukan melalui cooking demo oleh Chef La Ode Syaiful Rahman, jebolan MasterChef Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan olahan tuna asap buatannya yang kemudian diolah menjadi sandwich dengan sentuhan modern dan diberi nama Sandwich Tuna Asap Colo-colo.

Sebanyak lima porsi disiapkan dalam cooking demo tersebut. Hidangan itu kemudian dilelang kepada peserta dan berhasil terjual dengan nilai jutaan rupiah. Seluruh hasil lelang tersebut turut disumbangkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

"Semua hasil demo masaknya itu nanti semua disumbangkan ke NTT," kata Chef La Ode.

Chef La Ode menjelaskan, tuna asap tersebut merupakan produk yang tengah dikembangkannya dengan memanfaatkan hasil laut Sulawesi, khususnya ikan tuna. Proses pengolahannya menggunakan metode pengasapan dengan smoker, disertai pengaturan suhu dan temperatur untuk menghasilkan karakter tuna asap yang berbeda dari produk tuna asap tradisional.

Produk tersebut juga belum dipasarkan secara luas. Karena itu, para peserta yang mengikuti lelang mendapat kesempatan untuk mencicipi produk tersebut lebih awal.

"Orang-orang yang beli itu punya privilege buat nyobain duluan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Nurhasnaini Hasan, mengatakan Sound of Humanity dirancang bukan sekadar sebagai konser musik, melainkan sebagai gerakan kemanusiaan untuk menghimpun energi kebaikan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Sound of Humanity bukan sekadar konser musik biasa. Ini adalah sebuah gerakan. Kami menggunakan musik universal sebagai bahasa penyejuk untuk menyatukan energi kebaikan, terkhusus untuk saudara-saudara yang sedang terdampak bencana gempa," kata Nurhasnaini.

Dia mengatakan seluruh donasi yang terhimpun dari kegiatan tersebut akan didedikasikan untuk mendukung program penanganan bencana di NTT.

"Seluruh donasi dan dukungan yang terhimpun dari acara ini akan didedikasikan sepenuhnya untuk program penanganan bencana seperti dapur umum, akses kesehatan, pembangunan sarana air bersih, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di NTT," ujarnya.

Sound of Humanity for NTT merupakan kolaborasi Dompet Dhuafa Sulsel, komunitas musisi Makassar Alternatif Nation (MAN), dan Trek Coffee. Selain penampilan Fadly Padi, kegiatan tersebut juga diisi dengan talkshow kemanusiaan yang membahas kondisi terkini di lapangan serta charity auction.

Nurhasnaini berharap kolaborasi berbagai pihak melalui kegiatan tersebut dapat terus mendorong masyarakat untuk terlibat dalam proses pemulihan NTT, baik melalui donasi maupun bentuk dukungan lainnya.

"Kami berharap kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut dapat terus mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pemulihan NTT, baik melalui donasi maupun bentuk dukungan lainnya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya