Liputan6.com, Jakarta - Chen, Baekhyun, dan Xiumin (CBX) resmi mengajukan gugatan penghentian efek kontrak eksklusif terhadap agensi INB100. Langkah hukum ini diambil setelah ketiganya sebelumnya menyampaikan pemutusan kontrak sepihak akibat persoalan pembayaran royalti yang tak kunjung diselesaikan pihak agensi.
Berdasarkan keterangan kalangan hukum pada Senin (7/9), Pengadilan Distrik Pusat Seoul melalui Majelis Perkara Perdata 50 yang diketuai Hakim Lee Sang-hoon menggelar sidang pemeriksaan untuk perkara permohonan penangguhan efek kontrak eksklusif yang diajukan CBX terhadap INB100.
Advertisement
Sidang ini merupakan bagian dari proses hukum atas gugatan sela (gachyeobun) yang diajukan CBX, yakni permohonan agar efek kontrak eksklusif dihentikan sementara selama proses hukum utama berjalan.
Awal Mula Konflik: Tunggakan Pembayaran Royalti
Konflik antara CBX dan agensinya bermula sejak April lalu, ketika ketiganya menyampaikan pemberitahuan pemutusan kontrak eksklusif kepada pihak Cha Ga-won selaku pimpinan agensi. Alasan utama yang disampaikan CBX adalah tunggakan pembayaran royalti atau hasil kerja sama yang belum diselesaikan pihak perusahaan.
Setelah pemberitahuan tersebut tidak mendapat tanggapan yang diharapkan dari pihak agensi, CBX kemudian menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan sela ke pengadilan agar status kontrak mereka bisa segera diperjelas.
Bukan Cuma CBX, Artis Lain Juga Ajukan Pemutusan Kontrak
CBX bukan satu-satunya nama besar yang bermasalah dengan One Hundred Label. Sejumlah artis dan publik figur lain, seperti Lee Seung-gi, The Boyz, VIVIZ, hingga presenter Kim Dae-ho, juga telah menyampaikan pemberitahuan pemutusan kontrak eksklusif dengan alasan serupa, yakni tunggakan pembayaran royalti yang belum diselesaikan pihak agensi.
Deretan kasus ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi CBX bukan kejadian terisolasi, melainkan bagian dari masalah yang lebih luas di internal One Hundred Label.
Profil INB100 dan Keterkaitannya dengan One Hundred Label
INB100 merupakan perusahaan yang didirikan Baekhyun pada Juni 2023. Setahun kemudian, tepatnya Mei 2024, perusahaan ini bergabung ke dalam One Hundred Label yang dipimpin Cha Ga-won.
Penggabungan ini pada akhirnya menjadi salah satu akar persoalan yang kini berujung ke meja hijau, mengingat status kontrak CBX turut terpengaruh oleh perubahan struktur kepemilikan dan pengelolaan di bawah One Hundred Label.