Liputan6.com, Jakarta - Vinicius Junior akhirnya memperpanjang kontraknya bersama Real Madrid setelah saga yang berlangsung cukup panjang pada musim panas 2026. Kesepakatan tersebut membuat penyerang asal Brasil itu bertahan di Santiago Bernabeu hingga 2032.
Negosiasi kontrak Vinicius sempat diwarnai ketidakpastian mengenai masa depannya di Real Madrid. Bahkan, ada periode ketika kemungkinan sang pemain meninggalkan Santiago Bernabeu pada musim panas terlihat cukup terbuka.
Advertisement
Namun, pembicaraan antara kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Thiago Freitas, direktur operasional Roc Nation, menggambarkan perjalanan negosiasi tersebut seperti sebuah film romantis yang berakhir bahagia.
Bagi Real Madrid, kesepakatan ini sekaligus memastikan salah satu pemain penting mereka tetap menjadi bagian dari tim. Vinicius kini memiliki kepastian mengenai masa depannya bersama Los Blancos untuk beberapa tahun ke depan.
Negosiasi Vinicius Penuh Rintangan
Freitas menjelaskan bahwa proses negosiasi kontrak Vinicius ditangani oleh eksekutif Roc Nation, Federico Pena. Menurutnya, kesepakatan tersebut membutuhkan kesabaran dari semua pihak sebelum akhirnya mencapai titik temu.
Ia kemudian menggunakan gambaran film romantis untuk menjelaskan perjalanan negosiasi antara Vinicius dan Real Madrid. Freitas menilai proses tersebut memiliki berbagai konflik dan hambatan sebelum berakhir dengan kesepakatan.
"Operasi antara Vini dan Real Madrid ini seperti trilogi film romantis," kata Freitas.
"Sepanjang film tersebut ada konflik, ada masalah, ada beberapa rintangan. Tetapi kita semua tahu bagaimana film itu akan berakhir: dengan ciuman besar dan semua orang bahagia," lanjutnya.
Vinicius Tetap Ingin Bertahan
Ketidakpastian mengenai kontrak baru Vinicius sempat memunculkan berbagai spekulasi selama musim panas. Situasi tersebut semakin menarik perhatian karena proses negosiasi berlangsung cukup lama.
Meski demikian, Freitas menegaskan bahwa keinginan Vinicius untuk melanjutkan karier di Real Madrid selalu ada. Menurutnya, persoalan utama dalam negosiasi adalah menemukan kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak.
"Anda hanya perlu mengingat sejarah semua pemain yang pernah bermain di Madrid dalam 20 atau 30 tahun terakhir. Tidak ada satu pun dari mereka yang ingin pergi," ujar Freitas.
Pernyataan tersebut menjadi kabar penting bagi pendukung Real Madrid. Kesulitan dalam proses negosiasi tampaknya bukan karena Vinicius ingin meninggalkan klub, melainkan karena kedua pihak harus menemukan kesepakatan yang memuaskan.
Jose Mourinho Kini Punya Kepastian
Jose Mourinho juga disebut sempat menghadapi ketidakpastian mengenai keberadaan Vinicius dalam proyeknya di Real Madrid. Pelatih asal Portugal tersebut diketahui menjadi salah satu pihak yang mendukung agar sang pemain tetap bertahan.
Mourinho bahkan disebut memiliki peran penting dalam proses pembicaraan kontrak Vinicius. Kini, situasi tersebut telah berubah setelah kesepakatan jangka panjang berhasil dicapai.
Freitas menggambarkan akhir dari saga tersebut sebagai sebuah pelukan dan ciuman antara Vinicius dan Real Madrid. Dengan kesepakatan ini, hampir semua pihak disebut merasa senang dengan hasil akhirnya.
Vinicius selanjutnya dituntut membalas kepercayaan yang diberikan Real Madrid dan Mourinho kepadanya. Pemain berusia 26 tahun itu diharapkan bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya pada musim ini dan tahun-tahun berikutnya.
Sumber: Madrid Universal