Abu Anak Krakatau Masuk Jakarta, Sekolah Terapkan PJJ Mulai Senin

Pemprov DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin, 7 September 2026, menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Anak Krakatau di Jakarta.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 06 September 2026, 16:21 WIB
Kegiatan belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Jati 06 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan imbas abu anak krakatau. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diambil menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan PJJ diterapkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

Menurut dia, proses belajar tetap berlangsung dari rumah dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” kata Nahdiana di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Untuk memastikan PJJ berjalan baik, Dinas Pendidikan DKI berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan. Pendampingan dan pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kendala selama proses pembelajaran.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” jelasnya.

 

Minta Masyarakat Tetap Tenang

Aktivitas vulkanik Anak Krakatau diabadikan seorang pilot sekaligus pehobi fotografi udara. (Liputan6.com/Istimewa).

Dinas Pendidikan juga terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta memantau perkembangan kondisi udara dan informasi resmi mengenai sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

“Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi,” ucap dia.

Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Warga diimbau mengikuti arahan pemerintah serta menjaga kesehatan keluarga selama kondisi ini berlangsung,” kata Nahdiana.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya