Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga

Presiden Prabowo terus memantau dampak erupsi Anak Krakatau dan meminta masyarakat waspada terhadap abu vulkanik serta tak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 06 September 2026, 14:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto pidato sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Tangkapan layar video sekretariat kabinet).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang dan waspada menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Pemerintah pusat terus memantau aktivitas gunung api tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemantauan dilakukan bersama lembaga teknis terkait dengan mengacu pada data dan rekomendasi resmi.

"Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya. Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang," jelas Qodari dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (6/9/2026).

Qodari mengatakan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk dalam menentukan langkah terkait dampak erupsi terhadap aktivitas transportasi.

"Keeselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama dari Bapak Presiden dan pemerintah," ujarnya.

Di tengah sebaran abu vulkanik, masyarakat diminta melakukan sejumlah langkah pencegahan, terutama untuk mengurangi paparan abu. Warga yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dan kacamata pelindung.

Pemerintah juga meminta masyarakat menutup pintu dan jendela rumah, menjaga tempat penampungan air tetap tertutup, mencukupi kebutuhan air minum, serta mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas.

"Warga yang membutuhkan bantuan dapat langsung menghubungi layanan darurat," ucap Qodari.

 

Jangan Mudah Percaya Informasi Tak Jelas

Gunung Anak Krakatau tercatat erupsi sebanyak empat kali pada Minggu, 16 Agustus 2026. (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi mengenai erupsi yang belum memiliki sumber jelas.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kabar mengenai potensi tsunami.

"Bakom RI juga menghimbau masyarakat untuk merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah tadi yang sudah disebutkan dari PVMBG, BMKG, BNPB, Kemenhub, Kemenkes, maupun instansi lainnya, dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berdasarkan sumber resmi," pungkas Qodari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya