Menhub Cek Soekarno-Hatta: Hasil Paper Test Masih Positif Abu Vulkanik

Menhub tinjau Bandara Soetta dan tegaskan operasional belum dibuka karena paper test masih positif abu vulkanik.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 06 September 2026, 13:55 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Posko Terminal 1B

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung situasi penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Posko Terminal 1B, Minggu (6/9/2026). Langkah tegas ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengancam keselamatan penerbangan.

Guna memastikan kondisi wilayah udara, Otoritas Bandara (Otban) bersama pihak terkait terus menguji keberadaan abu vulkanik secara berkala.

"Terakhir paper test di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan pukul 12.00 WIB, dan hasilnya masih positif," kata Dudy.

Dudy menjelaskan bahwa pergerakan abu sangat bergantung pada dinamika cuaca dan arah angin di berbagai lapisan ketinggian yang sering berubah, baik berembus ke arah timur maupun barat. Oleh sebab itu, pemantauan ketat terus dilakukan di udara hingga permukaan bumi berkolaborasi dengan BMKG.

"Jadi, kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena seperti mana kita ketahui bahwa cuaca tentunya mungkin terlalu dinamis," katanya.

Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah keselamatan penerbangan. Pembukaan kembali bandara nantinya tidak hanya mengandalkan hasil uji paper test yang negatif, tetapi juga wajib memperhitungkan rekomendasi serta analisis BMKG mengenai pergerakan debu vulkanik.

"Jadi kami akan update terus. Namun kami juga mem-referensi kepada apa yang disampaikan oleh BMKG mengenai sebaran daripada debu vulkanik tersebut," katanya.

Puluhan Ribu Penumpang dan Ratusan Penerbangan Terdampak

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Posko Terminal 1B

Sementara itu, Branch Communication Division Head Injourney Airports kantor cabang Bandara Soetta, Aziz Fahmi Harahap, membeberkan besarnya dampak operasional akibat penutupan ini. Sebanyak 35 ribu penumpang tercatat mengalami penundaan hingga pembatalan jadwal terbang.

Secara keseluruhan, penutupan ini berdampak pada 301 jadwal penerbangan, mencakup pembatalan, keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert) ke bandara lain.

"Jumlah tersebut terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau,

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya