Marak Hoaks Saat Bencana, Simak Tips Agar Tak Terjebak

Hoaks saat bencana bisa merugikan semua pihak. Simak tips menghindarinya!

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 06 September 2026, 13:30 WIB
Hoaks saat bencana bisa merugikan semua pihak. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya bencana yang ada di Indonesia belakangan ini ternyata tak luput dari sasaran hoaks. Tentu hoaks ini sangat merugikan jika terus dibiarkan karena bisa menimbulkan keresahan, kerugian finansial hingga mengganggu proses penanganan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan beberapa ciri informasi bisa menyesatkan masyarakat, berikut beberapa di antaranya:

1. Konteks

Waktu, tempat, atau peristiwanya dipindahkan.

2. Judul

Dibuat lebih dramatis daripada isi sebenarnya.

3. Potongan Fakta

Informasi penting sengaja atau tidak sengaja dihilangkan.

4. Sumber

Identitas lembaga atau pihak terpercaya ditiru.

5. Fabrikasi

Klaim atau peristiwanya sepenuhnya direkayasa.

BNPB juga menjelaskan masyarakat mudah mempercayai hoaks karena yang menyentuh emosi sering bergerak lebih cepat daripada verifikasi.

Saat terjadi bencana rasa takut, panik, rasa ingin menolong, kemarahan, keinginan menjadi orang yang pertama yang memberi kabar, membuat masyarakat mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannyya.

Lalu apa saja tips mudah agar tak termakan hoaks dalam situasi bencana. Berikut beberapa di antaranya:

1. Berhenti

Jangan langsung membagikan informasi yang belum terverifikasi meskipun itu dari orang dekat sekalipun.

2. Berpikir

Baca utuh informasi yang diterima. Salah satu penyebab hoaks lebih cepat dibagikan karena kita tidak membaca dengan utuh informasi tersebut.

3. Verifikasi

Cek siapa sumbernya, periksa tanggal atau lokasi peristiwa, cari konfirmasi dari lembaga berwenang atau media massa terpercaya.

4. Bagikan

Bagikan informasi yang sudah terverifikasi jika dirasa bermanfaat untuk orang lain.

Sumber:

https://www.instagram.com/p/Dc5TGxFoHBp/?img_index=5

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya