Liputan6.com, Jakarta - Transisi menuju energi bersih mulai merambah lebih dalam ke sektor pertambangan Indonesia. PT Energi Makmur Buana (INVI) bersama PT Kideco Jaya Agung (Kideco) resmi mengimplementasikan EV Mining INVI Kideco di kawasan pertambangan Paser, Kalimantan Timur.
Peresmian yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) tersebut ditandai dengan pengoperasian 18 unit truk tambang listrik berbasis baterai serta tiga stasiun penukaran baterai atau battery swap station.
Advertisement
Implementasi kendaraan listrik untuk operasional pertambangan ini menjadi salah satu langkah menuju elektrifikasi alat angkut tambang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap armada konvensional berbahan bakar diesel.
Tak hanya dari sisi lingkungan, penggunaan truk listrik juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap efisiensi biaya operasional.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, penerapan sistem EV Mining berpotensi menghemat biaya energi dan bahan bakar hingga 50 persen dibandingkan armada diesel.
Sementara itu, biaya operasional harian disebut dapat ditekan hingga 30 persen. Sebelum memasuki tahap komersial penuh, INVI dan Kideco terlebih dahulu melakukan uji coba menggunakan enam unit truk listrik pada periode Maret hingga Juli 2026.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan biaya energi yang dibutuhkan sekitar 14 persen lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. Pada periode yang sama, penggunaan truk listrik juga berhasil mengurangi emisi karbon hingga 370 ton CO₂.
Capaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan implementasi kendaraan listrik dalam skala yang lebih besar di lingkungan pertambangan Kideco.
Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo, mengatakan pengoperasian truk listrik telah melalui serangkaian tahapan sebelum diterapkan secara komersial.
"Pengoperasian truk listrik ini telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari uji coba, pengumpulan dan analisis data operasional serta komersial, hingga penyempurnaan spesifikasi kendaraan dan infrastruktur pendukung," ujar Alif.
Menurutnya, persiapan tidak hanya dilakukan pada kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga terhadap sumber daya manusia yang akan menangani operasional serta perawatan kendaraan listrik.
"Selain itu, penguatan kapabilitas SDM juga dilakukan melalui Basic Mechanical Electric Vehicle Course (BMEVC) untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan tim dalam mendukung pengoperasian dan pemeliharaan kendaraan listrik di lingkungan pertambangan," sambungnya.
Salah satu aspek penting dalam implementasi EV Mining INVI Kideco adalah penggunaan teknologi swappable battery.
Dengan sistem tersebut, baterai truk listrik dapat ditukar menggunakan stasiun penukaran baterai yang telah disiapkan. Pendekatan ini menjadi penting untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan yang membutuhkan kendaraan bekerja dalam durasi panjang.
Kehadiran tiga battery swap station sekaligus 18 truk listrik menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun untuk mendukung elektrifikasi aktivitas angkut di kawasan tambang.
Teknologi tersebut juga menjadi pembuktian bahwa kendaraan listrik tidak hanya diarahkan untuk penggunaan jalan raya, tetapi mulai dikembangkan untuk menghadapi kebutuhan kendaraan berat di lingkungan kerja dengan karakteristik ekstrem.
Jadi Strategi Efisiensi dan Keberlanjutan
Direktur Utama Kideco, Kurnia Ariawan, menegaskan implementasi armada listrik merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi sekaligus menjalankan agenda keberlanjutan.
Menurutnya, perjalanan dari tahap uji coba hingga implementasi memberikan berbagai pembelajaran penting mengenai cara mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik ke dalam aktivitas pertambangan.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur agar teknologi baru dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Sementara itu, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Tbk, Azis Armand, menilai implementasi di Kideco memberikan bukti mengenai potensi nilai ekonomi dari elektrifikasi pertambangan.
"Implementasi di Kideco membuktikan bahwa elektrifikasi operasional tambang tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata," kata Azis.
"Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi rujukan bagi akselerasi elektrifikasi pertambangan, baik di dalam Indika Energy Group maupun di sektor pertambangan nasional," lanjutnya.
Peresmian EV Mining INVI Kideco menjadi salah satu tonggak dalam modernisasi sektor pertambangan Indonesia.
Pengoperasian truk tambang listrik berbasis baterai dengan teknologi battery swap menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai mampu masuk ke sektor kendaraan berat yang memiliki tuntutan operasional berbeda dibandingkan kendaraan penumpang.
Selain berpotensi menekan biaya energi dan operasional, elektrifikasi armada juga membuka peluang pengurangan emisi karbon dari aktivitas pertambangan.
Dengan kombinasi efisiensi ekonomi dan pengurangan emisi tersebut, langkah INVI, Kideco, dan Indika Energy Group memperlihatkan bahwa agenda dekarbonisasi industri dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan efisiensi operasional.
Ke depan, keberhasilan implementasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan dan percepatan elektrifikasi kendaraan tambang di Indonesia.