Imbas Erupsi Anak Krakatau, 21 Penerbangan Makassar-Jakarta Terdampak

Sebanyak 21 penerbangan Makassar-Jakarta batal dan delay imbas abu erupsi Anak Krakatau. Penumpang terpaksa tertahan di bandara.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 06 September 2026, 09:57 WIB
Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah bersiap menyambut kehadiran pesawat Airbus A380-800 milik maskapai Emirates. (Dok Bandara Soetta)

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengganggu kelancaran lalu lintas udara rute Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), maupun rute sebaliknya.

Berdasarkan data pemantauan operasional di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ditulis Antara, Minggu (6/9/2026), tercatat sebanyak 21 penerbangan terkena dampak langsung dari sebaran abu vulkanik tersebut.

Dari total penerbangan yang terdampak, sebanyak 12 penerbangan terpaksa dibatalkan, sedangkan 9 penerbangan sisanya mengalami penundaan jadwal (delay).

Kondisi ini membuat sejumlah penumpang harus bertahan lama di bandara. Nurlia, salah seorang penumpang asal Makassar dengan tujuan Jakarta, mengaku telah menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan kepastian jadwal keberangkatannya.

Bandara Soekarno-Hatta Tutup Sampai 09.30 WIB

Kondisi Bandara Soekarno-Hatta. (Istimewa)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat puluhan ribu penumpang terdampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Secara keseluruhan, sebanyak 22.798 penumpang mengalami dampak mulai dari pembatalan hingga penjadwalan ulang penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menerangkan bahwa hasil asesmen sebaran abu vulkanik mengharuskan penghentian sementara operasional bandara sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.

"Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang," kata Lukman dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Sebagai informasi, hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05–06.35 WIB masih menunjukkan indikasi positif sebaran abu vulkanik di area bandara.

"Sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26," jelas Lukman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya