Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengusulkan pembangunan dan pengembangan Museum Teuku Umar kepada Kementerian Kebudayaan. Usulan tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama jajaran terkait di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dalam pertemuan itu, rombongan Pemkab Aceh Barat diterima Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan.
Advertisement
Tarmizi mengatakan keberadaan museum khusus Teuku Umar sudah menjadi kebutuhan bagi Aceh Barat. Selain menyimpan dan merawat peninggalan sejarah, museum diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, terutama generasi muda.
"Sudah seharusnya di Aceh Barat ada Museum Teuku Umar," tegas Tarmizi.
Teuku Umar merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Aceh melawan kolonialisme Belanda. Ia dikenal sebagai pejuang yang menggunakan strategi dan taktik perang untuk menghadapi Belanda hingga gugur dalam pertempuran di Meulaboh pada 1899.
Keterkaitan Teuku Umar dengan Aceh Barat sangat kuat. Meulaboh, yang kini menjadi ibu kota Kabupaten Aceh Barat, merupakan wilayah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan perjuangannya. Teuku Umar juga lahir di wilayah Aceh Barat dan gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda di kawasan tersebut.
Karena itu, Tarmizi menilai Aceh Barat memiliki alasan kuat untuk menghadirkan museum yang secara khusus mengabadikan jejak perjuangan Teuku Umar.
Menurut Tarmizi, museum nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah. Kisah perjuangan Teuku Umar sebagai salah satu Pahlawan Nasional juga akan menjadi bagian penting dari materi edukasi yang disampaikan kepada pengunjung.
Ia berharap museum dapat membuat pembelajaran sejarah lebih dekat dengan generasi muda.
Kisah perjuangan Teuku Umar, kata dia, dapat menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan.
Rencana tersebut juga dikaitkan dengan pengembangan pariwisata Aceh Barat. Museum Teuku Umar diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik pengunjung dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Minta Dukungan Kemenbud
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Aceh Barat meminta dukungan Kementerian Kebudayaan, terutama dalam pembangunan dan pengelolaan museum sesuai ketentuan pelindungan kebudayaan.
Restu Gunawan menyambut baik usulan tersebut. Ia meminta Pemkab Aceh Barat terlebih dahulu mengajukan pendaftaran resmi Museum Teuku Umar kepada Kementerian Kebudayaan.
Pendaftaran menjadi tahapan awal sebelum rencana revitalisasi dapat dilakukan. Setelah museum tercatat secara administratif, proses selanjutnya dapat diarahkan pada revitalisasi dan pengembangan fasilitasnya.
Pemkab Aceh Barat berharap langkah tersebut menjadi awal bagi pembangunan Museum Teuku Umar sebagai ruang pelestarian sejarah sekaligus sarana edukasi budaya dan wisata sejarah di daerah tersebut.