Putri Mahkota Victoria Menolak Pukul Bedug saat Kunjungi Masjid Istiqlal

Ini merupakan kunjungan pertama Putri Mahkota Victoria ke Indonesia.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 05 September 2026, 00:18 WIB
Kunjungan Duta Kehormatan UNDP Putri Mahkota Victoria dari Swedia di Masjid Istiqlal Jumat (4/9/2026). (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Liputan6.com, Jakarta - Putri Mahkota Swedia, Victoria, mengunjungi Indonesia pada 4-8 September 2026 dalam kapasitasnya sebagai duta kehormatan (Goodwill Ambassador) UNDP.

Pada hari pertama kunjungannya, Jumat (4/9), ia mendatangi Masjid Istiqlal untuk berkeliling sekaligus mengunjungi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan masjid tersebut dengan Gereja Katedral Jakarta.

Setibanya di Masjid Istiqlal sekitar pukul 16.00 WIB, Putri Victoria disambut Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Kunjungan diawali dari bagian dalam masjid. Putri Victoria mendapat penjelasan mengenai arsitektur dan sejumlah bagian Masjid Istiqlal sebelum rombongan menuju bedug raksasa yang menjadi salah satu ikon masjid tersebut.

Di hadapan Putri Victoria, Nasaruddin memperagakan cara memukul bedug.

"Bedug ini sebagai penanda waktu salat," kata Nasaruddin.

Momen jenaka pun terjadi. Mengetahui bedug dipukul di luar waktu salat, Putri Victoria berkelakar, "Sekarang Anda membuat orang-orang bingung!"

Putri Victoria kemudian diminta mencoba memukul bedug tersebut. Namun, ia kembali berseloroh.

"Saya akan membuat orang-orang bingung kalau saya mencoba!" ujarnya.

Selepas melihat bedug, rombongan bergerak menuju plaza di sisi Masjid Istiqlal. Dari tempat itu, menara Gereja Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga atau Katedral Jakarta terlihat berdiri di seberang masjid.

Dari Masjid Istiqlal, Putri Victoria melanjutkan kunjungan melalui Terowongan Silaturahim menuju Katedral Jakarta. Di sana, ia bertemu Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.

Kunjungan Duta Kehormatan UNDP, Putri Mahkota Victoria dari Swedia di Gereja Katedral Jakarta Jumat (4/9/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Momen jenaka kembali muncul saat Putri Victoria memasuki gereja. Ketika diminta Kardinal Suharyo menuliskan namanya di atas kertas, ia justru bertanya sambil bercanda.

"Siapa nama saya?" kata Putri Victoria.

Guyonan tersebut mengundang tawa para hadirin. Putri Victoria kemudian menambahkan, "Nama saya tidak terlalu panjang."

Di dalam gereja, Putri Victoria diperkenalkan pada sejarah dan arsitektur Katedral Jakarta. Ia juga mendapat penjelasan mengenai keterbatasan lahan parkir gereja tersebut.

Kepala Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie menjelaskan bahwa area basement Masjid Istiqlal dapat digunakan untuk membantu kebutuhan parkir Katedral.

Nasaruddin mengatakan Putri Victoria dan rombongan menunjukkan kekaguman setelah mendapat penjelasan mengenai kedua rumah ibadah tersebut.

"Mereka sangat terkagum-kagum setelah mendapatkan penjelasan dari dua rumah ibadah," tutur Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, Terowongan Silaturahim serta keramahan yang ditemui selama kunjungan menarik perhatian Putri Victoria. Nasaruddin menjelaskan Masjid Istiqlal, Katedral Jakarta, dan terowongan yang menghubungkan keduanya sebagai simbol Indonesia.

Sementara itu, menurut Kardinal Suharyo salah satu hal yang paling menarik perhatian Victoria di Katedral Jakarta adalah patung Bunda Maria.

"Hal yang paling menarik bagi duta kehormatan adalah ketika ia melihat patung Bunda Maria," ungkap Kardinal Suharyo.

Ia menjelaskan, patung Bunda Maria umumnya digambarkan dengan gaya Eropa. Namun, patung yang berada di Katedral Jakarta memiliki sejumlah unsur khas Indonesia.

Pada mahkota patung tersebut terdapat peta Indonesia. Patung Bunda Maria itu juga mengenakan batik serta bros bergambar Garuda Pancasila.

"Tidak ada yang memakai bros gambar Garuda Pancasila dan pakaiannya mengenakan batik," ujar Suharyo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya