Janji Ditepati, Tony Fernandes Panggil Lagi 2.500 Karyawan AirAsia yang Dirumahkan

Kisah haru CEO AirAsia Tony Fernandes rekrut kembali 2.500 staf yang terdampak pandemi Covid-19. Bukti tak menyerah hingga sukses bentuk 5 bisnis baru.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 04 September 2026, 22:30 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Capital A (induk usaha AirAsia), Tony Fernandes, dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Capital A (induk usaha AirAsia), Tony Fernandes, mengisahkan momen emosional saat harus merumahkan sekitar 2.500 karyawannya akibat hantaman pandemi Covid-19. Kendati demikian, ia berhasil memegang janjinya untuk membawa kembali seluruh pegawai tersebut ke perusahaan setelah situasi membaik.

Hal tersebut dikisahkan Tony sebagai bukti komitmennya untuk tidak menyerah meski AirAsia sempat berhenti beroperasi total. Ia terus memutar otak hingga akhirnya berhasil bangkit, bahkan mendirikan lima anak perusahaan baru.

"Saya tidak boleh menyerah. Apa gunanya menyerah? Jika Anda menyerah, tidak ada gunanya hidup, bukan? Jadi Anda harus berjuang. Kami keluar dari pandemi Covid-19 dengan sangat baik dan berhasil mendirikan lima perusahaan baru," ujar Tony dalam sesi diskusi IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia mengungkapkan bahwa merumahkan 2.500 pegawai tanpa adanya kesalahan dari pihak karyawan merupakan salah satu keputusan terberat dalam hidupnya, di samping keharusan menyetop operasional 250 armada pesawat.

"Salah satu hal tersulit yang harus saya lakukan adalah merumahkan 2.500 orang yang tidak melakukan kesalahan apa pun. Itu sangat berat karena kami beroperasi seperti keluarga," ucapnya.

Saat keputusan pahit itu diambil, Tony memegang teguh janji untuk memanggil mereka kembali setelah krisis berlalu.

"Saya berjanji kepada mereka di awal pandemi, 'Saya akan melakukan segala cara untuk memastikan kalian kembali.' Jika Anda melihat Instagram saya, ada video di mana saya melompat-lompat gembira bersama kru kabin. Itu adalah kelompok terakhir dari 2.500 staf yang berhasil kami panggil kembali. Kami membawa setiap orang pulang. Saya tidak boleh menyerah demi staf saya," lanjut Tony.

 

Perjuangan Memulihkan Armada dan Ketepatan Waktu

Chief Executive Officer (CEO) Capital A (induk usaha AirAsia), Tony Fernandes, dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Meski berhasil membawa kembali seluruh stafnya, tantangan Tony belum usai. Dari total 250 pesawat yang dimiliki, hingga kini belum seluruhnya dapat mengudara kembali karena harus melewati proses perawatan (maintenance) yang panjang.

"Saat Covid-19 melanda, kami memiliki 250 pesawat yang harus di-grounded, 26.000 karyawan, dan tidak ada rute penerbangan yang bisa dioperasikan. Setelah pandemi mereda, kami tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah, sehingga harus membiayai sendiri perawatan 250 pesawat tersebut," kata Tony.

Proses perbaikan armada yang dikandangkan selama dua tahun ternyata membutuhkan waktu lama dan biaya besar. Keterbatasan armada aktif ini sempat berdampak pada jadwal operasional harian AirAsia.

"Pada awalnya, kami tidak memiliki pesawat cadangan. Tentu saja saat terjadi kendala teknis atau operasional, hal itu langsung berdampak pada jadwal penerbangan," jelasnya.

 

Terus Kerja Keras

Chief Executive Officer (CEO) Capital A (induk usaha AirAsia), Tony Fernandes, dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Kendati demikian, kerja keras seluruh tim perlahan membuahkan hasil, terutama pada pemulihan tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP).

"Performa ketepatan waktu kami sempat merosot ke titik terendah di angka 76 persen. Namun berkat kerja keras bersama, sekarang OTP kami sudah kembali naik ke angka 90 persen," tutur pebisnis asal Malaysia tersebut.

"Wajar jika pesawat yang dikandangkan selama dua tahun lalu dioperasikan kembali akan memicu sejumlah kendala teknis di awal. Namun, kami terus bekerja keras untuk menyempurnakannya," pungkas Tony.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya