Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Dua Hari Belum Padam

234.000 liter air telah diguyurkan dari udara ke area kebakaran TPA Putri Cempo.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 04 September 2026, 21:27 WIB
Pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Liputan6.com, Jakarta - Kepulan asap membubung dari gunungan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026). Di tengah kondisi medan yang penuh timbunan sampah, ratusan petugas gabungan terus berjibaku memadamkan titik-titik api yang masih bertahan.

Dari udara, suara baling-baling helikopter memecah suasana. Satu per satu titik yang masih mengeluarkan asap menjadi sasaran water bombing.

Sedangkan di daratan, petugas pemadam kebakaran, personel kepolisian, Brimob, BPBD, TNI terus melakukan penyemprotan air untuk mencegah api kembali membesar.

Upaya pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. Strategi ini untuk mengendalikan titik api. Selain itu, mencegah kobaran merambat lebih luas di kawasan gunungan sampah.

Kebakaran diketahui terjadi sejak Rabu (2/9/2026) sore dan melanda sejumlah bagian gunungan sampah di TPA Putri Cempo. Kobaran api memunculkan kepulan asap yang terus terlihat dari sejumlah titik.

Kondisi tumpukan sampah yang tinggi, cuaca, serta arah angin menjadi tantangan bagi petugas dalam proses pemadaman.

Pada Jumat (4/9/2026) pagi, Polri mengerahkan satu unit helikopter milik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu. untuk membantu proses pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing.

Helikopter tersebut mengambil air dari aliran Sungai Bengawan Solo. Air kemudian dibawa menuju kawasan TPA Putri Cempo dan dijatuhkan tepat di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap atau sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Pemadaman melalui udara berlangsung dua jam, mulai pukul 10.00 WIB. Selama operasi tersebut, helikopter melakukan 26 kali water bombing dengan kapasitas sekitar 9.000 liter air dalam setiap penyiraman.

Jika dikalkulasikan, sekitar 234.000 liter air telah diguyurkan dari udara ke area kebakaran TPA Putri Cempo. Hal itu untuk membantu memadamkan api dan mendinginkan timbunan sampah yang masih panas.

Untuk menjaga keselamatan penerbangan selama operasi berlangsung, armada pemadam kebakaran yang berada di darat dihentikan sementara ketika helikopter melakukan manuver dan menjatuhkan air dari udara.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan, operasi water bombing diprioritaskan untuk menangani bagian timur TPA Putri Cempo yang hingga Jumat masih mengeluarkan asap.

“Fokus terkait dengan water bombing di sebelah sisi timur yang sampai dengan sekarang ini masih mengeluarkan asap,” kata AKP Lingga, Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, proses pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo melalui jalur darat tetap berjalan secara bersamaan. Di sisi barat TPA, water cannon Polresta Surakarta dikerahkan bersama personel Sat Brimob Polda Jawa Tengah menyemprot titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Semburan air diarahkan ke sejumlah bagian gunungan sampah yang dinilai masih membutuhkan penanganan. Selain memadamkan sisa api, penyemprotan juga dilakukan untuk proses pendinginan guna mengurangi potensi munculnya kembali titik api.

“Penanganan kebakaran melibatkan Pemerintah Kota Surakarta bersama TNI dan Polri, BPBD serta pemadam kebakaran dari wilayah Solo Raya,” tuturnya.

Selain helikopter untuk mendukung operasi water bombing, Polresta Surakarta dan Sat Brimob Polda Jateng juga menyiagakan kendaraan water cannon sebagai bagian dari strategi pemadaman melalui jalur darat.

Sedikitnya 15 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di kawasan TPA Putri Cempo yang masih terdampak kebakaran.

Pemerintah Kota Surakarta sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam selama 14 hari. Status tersebut, menjadi dasar penguatan penanganan kebakaran dengan melibatkan berbagai unsur dan sumber daya di lapangan.

Polri bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, serta seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemadaman dan pendinginan sampai kondisi di TPA Putri Cempo benar-benar terkendali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya