KAI Bantah Tutup Stasiun Karet, Simak Penjelasannya

Tanggapi isu yang beredar, KAI pastikan Stasiun Karet tidak ditutup permanen, melainkan sedang dalam tahap pekerjaan integrasi peron dan infrastruktur.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 04 September 2026, 21:45 WIB
Penumpang Commuter Line melakukan tap in untuk mengakses peron di Stasiun BNI City, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Aktivitas tersebut berlangsung setelah layanan naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun BNI City. (KLY/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar diskusi mengenai peningkatan mobilitas dan penguatan integrasi transportasi Jabodetabek di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Salah satu fokus utama KAI dalam gelaran ini adalah penanganan lonjakan penumpang harian yang terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Stasiun Karet.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa pertumbuhan volume pelanggan menjadi acuan penting bagi KAI untuk mengevaluasi dukungan infrastruktur serta sarana dan prasarana penunjang.

"Peron di Stasiun Karet tergolong pendek dan lokasinya sangat dekat dengan perlintasan sebidang. Investasi yang kita mulai sejak dua tahun lalu hingga mendatang disiapkan untuk mendukung KRL formasi 12 kereta (SF12). Oleh karena itu, prasarana dan infrastrukturnya harus kita siapkan dari sekarang, termasuk penambahan kapasitas listrik di Jalur Hijau (Greenline)," kata Anne dalam jumpa pers, Jumat (4/9/2026).

 

Integrasi Stasiun Karet–BNI City Terus Dikembangkan

Penumpang Commuter Line melakukan tap in untuk mengakses peron di Stasiun BNI City, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Aktivitas tersebut berlangsung setelah layanan naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun BNI City. (KLY/Budy Santoso)

Anne menjelaskan bahwa perbaikan dan pengembangan integrasi Stasiun Karet sebagai salah satu titik angkutan urban hingga kini masih terus berjalan.

"Kami memperbaiki layanan naik-turun penumpang KRL dan mengintegrasikan peronnya agar lebih aman, seiring dengan pertumbuhan volume pelanggan kami," ujar Anne.

Dalam paparannya, salah satu fokus utama integrasi ini adalah kemudahan akses perpindahan penumpang dari Stasiun Karet ke Stasiun BNI City. KAI juga berencana melakukan pengembangan tata ruang di sekitar Stasiun Karet, seperti peremajaan area stasiun, penataan lokasi pengangkut ojek, hingga kesiapan integrasi antarmoda.

 

KAI Bantah Isu Penutupan Permanen Stasiun Karet

Pekerja melakukan pembangunan travelator yang akan menghubungkan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Pembangunan travelator ditargetkan rampung dalam 70 hari sebagai bagian dari integrasi kedua stasiun setelah Stasiun Karet berhenti beroperasi mulai 1 September 2026. Selama proses integrasi, layanan naik dan turun penumpang Commuter Line dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City. (KLY/Budy Santoso)

Menanggapi isu yang beredar mengenai penutupan Stasiun Karet, Anne menegaskan bahwa stasiun tersebut tidak ditutup secara permanen, melainkan hanya mengalami penutupan sementara untuk pengerjaan proyek integrasi.

"Selama 81 tahun KAI berdiri, belum pernah ada yang namanya penutupan stasiun. Saya sangat menolak diksi bahwa Stasiun Karet ditutup permanen," tegas Anne.

"Dapat kami sampaikan bahwa di Stasiun Karet saat ini sedang ada pekerjaan fisik, sehingga pelayanannya ditutup sementara waktu," sambungnya.

Anne menjelaskan bahwa setiap stasiun KAI memiliki beragam fungsi pelayanan, mulai dari angkutan penumpang hingga angkutan barang. Langkah perbaikan ini diambil berdasarkan masukan berbagai pihak dan telah melalui kajian secara matang.

Ia menambahkan, Stasiun Karet nantinya tetap berfungsi melayani perjalanan kereta dan gerbang akses pelanggan dengan kualitas layanan yang jauh lebih aman dan nyaman pascapengembangan.

Reporter: Tisha Maulida Fazriah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya